Pendidikan Islam di Indonesia berkembang melalui proses dialektika yang panjang antara ajaran Islam dan kebudayaan lokal sehingga melahirkan karakter pendidikan yang moderat, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai Islam Nusantara. Namun, implementasi pendidikan Islam hingga saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, seperti dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, fragmentasi penyelenggaraan pendidikan pada berbagai lembaga Islam, serta belum optimalnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sintesis model Pendidikan Agama Islam Nusantara yang mengintegrasikan karakteristik pendidikan pesantren, madrasah, madrasah diniyah, dan Ma'had Aly sebagai paradigma pendidikan Islam yang holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen akademik mengenai Pendidikan Agama Islam Nusantara. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis yang dipadukan dengan conceptual synthesis untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan mengintegrasikan berbagai model pendidikan Islam yang berkembang di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis model Pendidikan Agama Islam Nusantara dibangun atas lima komponen utama, yaitu integrasi keilmuan, penguatan nilai moderasi beragama, pelestarian tradisi pesantren, pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, serta pembentukan karakter yang holistik. Model ini menghasilkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan spiritualitas, moralitas, kecakapan sosial, serta kemampuan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan. Dengan demikian, sintesis model Pendidikan Agama Islam Nusantara memiliki relevansi sebagai paradigma pengembangan pendidikan Islam Indonesia yang kontekstual, integratif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026