The integrity crisis within church leadership and Christian educational institutions in the postmodern era poses a serious challenge to the witness of faith and the moral authority of God’s people. Cases of power abuse, ethical misconduct, and lack of spiritual example indicate a failure to understand leadership rooted in the character of Christ. This study aims to describe a model of integrity-based leadership as a theological and practical solution to these challenges. Using a Theological Qualitative Analysis approach, the research explores biblical leadership principles grounded in spirituality, morality, and the ministry of love. The findings reveal that integrity in leadership requires unity between faith, character, and action manifested through service. Churches and Christian educational institutions must integrate theology, ethics, and spirituality in leadership formation to produce Christ-centered leaders who are contextually relevant and capable of bearing authentic witness to the Gospel in the postmodern world.AbstrakKrisis integritas dalam kepemimpinan gereja dan lembaga pendidikan Kristen pada era postmodern menjadi tantangan serius bagi kesaksian iman dan otoritas moral umat Allah. Fenomena penyalahgunaan jabatan, penyimpangan etika, serta lemahnya keteladanan rohani menunjukkan adanya kegagalan dalam memahami hakikat kepemimpinan yang berakar pada karakter Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model kepemimpinan berintegritas sebagai solusi teologis dan praktis terhadap tantangan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan Theological Qualitative Analysis, penelitian ini menggali prinsip-prinsip kepemimpinan Alkitabiah yang berlandaskan pada spiritualitas, moralitas, dan pelayanan kasih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berintegritas menuntut kesatuan antara iman, karakter, dan tindakan yang nyata dalam pelayanan. Gereja dan lembaga pendidikan Kristen perlu mengintegrasikan teologi, etika, dan spiritualitas dalam pembinaan pemimpin agar lahir figur rohani yang kontekstual, berkarakter Kristus, dan mampu menghadirkan kesaksian Injil secara relevan di tengah dunia postmodern.
Copyrights © 2026