Tanah lunak memiliki karakteristik daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi, sehingga sering menimbulkan permasalahan penurunan pada pekerjaan konstruksi seperti konstruksi perkerasan jalan kaku (rigid pavement). Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja pelat adalah penambahan sirip pada pelat yang dapat memodifikasi distribusi tegangan dan pola keruntuhan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio pengaruh lebar pelat terhadap lebar keruntuhan tanah pada pelat bersirip dengan variasi kemiringan sirip (0°, 30°, 60°, dan 90°), kemiringan sirip pelat yang optimal terhadap pola keruntuhan tanah, serta kecenderungan kemiringan sirip terhadap lebar keruntuhan dan mekanisme keruntuhan pada tanah lunak Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan numerik dua dimensi menggunakan aplikasi Plaxis 2D dengan variasi sudut kemiringan sirip, kemudian dianalisis deformasi dan mekanisme keruntuhan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan antara rasio lebar keruntuhan tanah dan lebar pelat pada pelat bersirip dengan rasio pada kemiringan 0° sebesar 0,47, menjadi 0,74 pada kemiringan 90°, pelat bersirip dengan kemiringan 60° memiliki mekanisme keruntuhan yang paling optimal, dan kemiringan sirip menjadi faktor penting dalam perencanaan dan pengembangan desain pelat bersirip.
Copyrights © 2026