Infiltrasi merupakan komponen penting dalam siklus hidrologi yang berperan dalam mengurangi limpasan permukaan serta menjaga ketersediaan air tanah. Perubahan tata guna lahan di kawasan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura berpotensi menurunkan kemampuan tanah dalam meresapkan air, yang ditandai dengan munculnya genangan saat curah hujan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis laju dan kapasitas infiltrasi, mengidentifikasi klasifikasi tanah, serta mengevaluasi hubungan klasifikasi tanah terhadap kemampuan infiltrasi. Pengukuran infiltrasi menggunakan metode cincin ganda (double-ring infiltrometer) mengacu pada SNI 7752:2012, sedangkan klasifikasi tanah ditentukan berdasarkan sistem USDA melalui analisis distribusi ukuran butir. Penelitian dilakukan pada empat lokasi dengan kondisi eksisting yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi berkisar antara 6,47–16,16 mm/jam tergolong dalam klasifikasi lambat hingga agak lambat dan kapasitas infiltrasi berkisar antara 0,4–0,89 mm/jam. Klasifikasi tanah pada lokasi 1 dan 2 adalah pasir liat (loamy sand) dengan dominasi fraksi pasir, sedangkan lokasi 3 dan 4 merupakan lempung liat (clay loam) dengan dominasi fraksi lempung. Tanah dengan klasifikasi lebih kasar menunjukkan laju infiltrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanah dengan klasifikasi lebih halus. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan dalam perencanaan pengelolaan tata guna lahan untuk meningkatkan kemampuan resapan air dan mengurangi limpasan permukaan.
Copyrights © 2026