Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep psikospiritual al-khauf dalam jilid kedua kitab "madarij as-salikin" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan relevansinya dalam memitigasi fenomena existential anxiety modern, Secara spesifik, penelitian ini berupaya menjawab tiga permasalahan utama, yaitu : Bagaimana dinamika al-khauf dikonstruksikan dalam kitab Madari as-Salikin; bagaimana mekanisme internal al-khauf tersebut memitigasi krisis makna dan kecemasan eksistensial; serta bagaimana relevansi praktis pemikiran Ibnu Qayyim dalam membangun resiliensi mental di era disrupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis tekstual mendalam terhadap sumber primer jilid kedua kitab madarij as-salikin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Qayyim merekonstruksi al-khauf bukan sebagai emosi pasif yang melumpuhkan melainkan sebagai ahwal dinamis yang berfungsi sebagai "cambuk" edukatif untuk mengarahkan individu kembali pada pusat eksistensi transendennya. Mekanisme internal al-khauf dapat menjadi salah satu alternatif memitigasi krisis makna melalui transformasi kecemasan neurotik-duniawi menjadi kewaspadaan spiritual yang produktif, sekaligus mereduksi kompleksitas kegelisahan modern dengan memfokuskan rasa takut pada satu objek yang absolut. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemikiran Ibnu Qayyim menawarkan model resiliensi mental "internal-aktif" melalui penguatan benteng batin dan orientasi bashirah yang sangat relevan bagi manusia modern untuk membangun ketahanan di tengah ketidakpastian zaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada spesifikasi analisis emosi "takut" sebagai instrumen mitigasi kecemasan eksistensial yang jarang disentuh oleh peneliti sebelumnya.
Copyrights © 2026