Gazali Gazali
UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOSMOLOGI IBN SINA: LANDASAN FILOSOFIS DAN EPISTEMOLOGIS BAGI ILMU PENGETAHUAN ISLAM MODERN Vici Ramananda; efendi efendi; Gazali Gazali
JURNAL AL-AQIDAH Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ja.v18i1.13196

Abstract

This study examines Ibn Sina's cosmology as a philosophical and epistemological foundation for modern Islamic scholarship, using qualitative library research grounded in Gadamerian hermeneutics, particularly the concept of fusion of horizons. Three interrelated dimensions are analyzed. First, at the philosophical level, Ibn Sina's proof of God through Necessary Being (Wajib al-Wujud) and Contingent Being (Mumkin al-Wujud) is shown to systematize, rather than merely extend, al-Farabi's earlier framework, though its validity depends on the unproven axiom that causal regress cannot be infinite. Second, at the epistemological level, Ibn Sina's theory of knowledge mirrors his cosmological structure: the graded stages of human intellect depend on humanity's position within the hierarchy of emanation, culminating in a reading of the sublunar world's ontological fragility, governed by the Tenth Intellect, as structurally analogous to entropy in modern thermodynamics. Third, regarding relevance to modern scholarship, Ibn Sina's framework can be cautiously engaged with select contemporary questions, including fine-tuning, the anthropic principle, and Wheeler's "it from bit" hypothesis, though such engagement remains heuristic rather than a claim of equivalence or anticipation. This study concludes that Ibn Sina's enduring relevance lies not in anticipating modern science, but in the coherence of his integrated metaphysical and epistemological structure, offering an alternative narrative to materialist reductionism and inviting careful cross-disciplinary dialogue.
DINAMIKA PSIKOSPIRITUAL AL-KHAUF: ANALISIS TEKSTUAL MADARIJ AS-SALIKIN TERHADAP EXISTENTIAL ANXIETY MODERN Ibrahim Hasan Ray; Gazali Gazali
Bahrul Ilmi : Journal of Islamic Religious Education Vol. 1 No. 2 (2026): Bahrul Ilmi: Journal of Islamic Religious Education
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Minhajul Haq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66891/88p9z830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep psikospiritual al-khauf dalam jilid kedua kitab "madarij as-salikin" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan relevansinya dalam memitigasi fenomena existential anxiety modern, Secara spesifik, penelitian ini berupaya menjawab tiga permasalahan utama, yaitu : Bagaimana dinamika al-khauf dikonstruksikan dalam kitab Madari as-Salikin; bagaimana mekanisme internal al-khauf tersebut memitigasi krisis makna dan kecemasan eksistensial; serta bagaimana relevansi praktis pemikiran Ibnu Qayyim dalam membangun resiliensi mental di era disrupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research)  melalui analisis tekstual mendalam terhadap sumber  primer jilid kedua kitab madarij as-salikin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Qayyim merekonstruksi al-khauf bukan sebagai emosi pasif yang melumpuhkan melainkan sebagai ahwal dinamis yang berfungsi sebagai "cambuk" edukatif untuk mengarahkan individu kembali pada pusat eksistensi transendennya. Mekanisme internal al-khauf dapat menjadi salah satu alternatif memitigasi  krisis makna melalui transformasi kecemasan neurotik-duniawi menjadi kewaspadaan spiritual yang produktif, sekaligus mereduksi kompleksitas kegelisahan modern dengan memfokuskan rasa takut pada satu objek yang absolut. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemikiran Ibnu Qayyim menawarkan model resiliensi mental "internal-aktif" melalui penguatan benteng batin dan orientasi bashirah yang sangat relevan bagi manusia modern untuk membangun ketahanan di tengah ketidakpastian zaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada spesifikasi analisis emosi "takut" sebagai instrumen mitigasi kecemasan eksistensial yang jarang disentuh oleh peneliti sebelumnya.