Infeksi saluran reproduksi banyak dialami oleh remaja, terutama akibat kebiasaan higiene yang buruk dan perilaku berisiko. Kurangnya informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi mendorong remaja mencari tahu sendiri, yang sering kali menyesatkan. Karena itu, remaja perlu dibekali pengetahuan yang tepat agar mampu menjaga kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab. Tujuan Penelitian untuk mengkaji pengaruh ceramah dan simulasi mengenai menstruasi terhadap pengetahuan dan sikap siswi SMP Negeri 1 dan 2 Buko. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimental untuk menilai dampak intervensi/dukungan pada kelompok eksperimen dan mengevaluasi hasilnya dengan kelompok kontrol, menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Kedua kelompok, eksperimen dan kontrol, diberikan pre-test dan post-test. Untuk hasil tes pengetahuan menggunakan pendekatan simulasi, hasil pre-test menunjukkan nilai p = 0,59, yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Setelah post-test, data menunjukkan nilai p = 0,00 < α=0,05. Kemudian, untuk nilai dengan ceramah, temuan yang diperoleh adalah nilai p = 0,76, yang menunjukkan tidak ada pengaruh atau perbedaan yang signifikan. Setelah post-test, temuan yang diperoleh adalah nilai p = 0.00 < α=0.05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan atau pengaruh simulasi terhadap pengetahuan dan sikap peserta setelah diberikan terapi menggunakan pendekatan simulasi. Dari dua teknik yang digunakan, yaitu teknik ceramah dan pendekatan simulasi (permainan monopoli), pendekatan simulasi lebih berhasil dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025