Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif tanpa makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Namun, di berbagai daerah, termasuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tingkat pemberian ASI eksklusif masih belum sesuai dengan target yang diharapkan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan erat dengan praktik pemberian ASI eksklusif adalah tingkat pendidikan ibu. Studi ini bertujuan untuk menilai hubungan antara pendidikan ibu dan praktik memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang berumur di bawah enam bulan di area Puskesmas Jetis, Yogyakarta. Studi ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan terdiri dari 30 ibu yang memiliki anak berusia antara 0 hingga 24 bulan, dan pemilihannya dilakukan dengan purposive sampling. Pendidikan ibu ditetapkan sebagai variabel independen, sementara praktik pemberian ASI eksklusif berfungsi sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Kuesioner berisi pertanyaan tentang tingkat pendidikan ibu dan pola pemberian ASI eksklusif pada bayi. Pengolahan data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Sebagian besar responden memiliki gelar sarjana (63,3%), dan sekitar 70% dari mereka memberikan ASI eksklusif. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan pemberian ASI eksklusif (p = 0,0036). Ibu yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, khususnya yang lulus dari perguruan tinggi, cenderung lebih sering memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki pendidikan menengah atau kurang. Tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. Semakin tinggi pendidikan ibu, semakin besar kemungkinan pemberian ASI eksklusif dilakukan.
Copyrights © 2025