Serangan stroke berpotensi untuk terulang kembali terutama pada pasien yang sudah pernah terkena serangan stroke dengan durasi kekambuhan yang bervariasi. Self-management dan kepatuhan pengobatan merupakan komponen penting dalam pencegahan sekunder terhadap kejadian stroke berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji self-management behavior dan kepatuhan pengobatan pada pasien stroke dan hubungannya dengan lama kejadian stroke iskemik berulang di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan desain cross-sectional. Lokasi dan waktu penelitian dilakukan di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada bulan Oktober 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner data demografi, Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ), Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). Instrumen SSSMQ telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan dinyatakan valid (r-hitung 0,467-0,951 > r-tabel 0,1900) dan reliabel Alpha Cronbach 0,947). Selanjutnya, instrument MMAS-8 dinyatakan valid dikarenakan r-hitung > r-tabel (0,361) dan reliable dengan nilai Alpha Cronbach 0,735. Analisis data menggunakan uji korelasi Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lansia (>60 tahun), jenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMA, tinggal bersama suami/istri dan anak, status gizi normal, memiliki penyakit komorbid hipertensi, dan mengalami kejadian stroke berulang sebanyak 1 kali. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara self-management behavior terhadap lama kejadian stroke iskemik berulang (p= 0,289), sedangkan kepatuhan pengobatan memiliki hubungan yang bermakna dengan lama kejadian stroke iskemik berulang (p= 0,001).
Copyrights © 2025