Alifiana Setyowati
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Thought Stopping dalam Mengontrol Halusinasi pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus Alifiana Setyowati; Wahyudi Mulyaningrat; Annas Sumeru
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 6 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v6i2.2248

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama gangguan jiwa berat yang ditandai dengan persepsi sensorik tanpa adanya stimulus eksternal. Selain terapi farmakologis, pendekatan non-farmakologis berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), seperti teknik thought stopping, dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu pasien mengontrol halusinasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi thought stopping terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua partisipan yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan di RSJD dr. Arif Zainudin pada Juli–Agustus 2025. Tingkat halusinasi diukur menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi diberikan selama tiga hari dalam tiga sesi, masing-masing berdurasi 30 menit. Hasil: Setelah intervensi, terjadi penurunan skor AHRS pada kedua partisipan. Skor pasien pertama menurun dari 30 (kategori berat) menjadi 15 (kategori sedang), sedangkan pasien kedua menurun dari 18 (kategori sedang) menjadi 10 (kategori ringan), yang menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Kesimpulan: Terapi thought stopping berpotensi menurunkan tingkat keparahan halusinasi pendengaran dan meningkatkan kemampuan kontrol diri pada pasien gangguan jiwa, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis pendamping terapi standar.
Hubungan Self-Management Behavior dan Kepatuhan Pengobatan dengan Lama Kejadian Stroke Iskemik Berulang Alifiana Setyowati; Arif Setyo Upoyo; Akhyarul Anam
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.790

Abstract

Serangan stroke berpotensi untuk terulang kembali terutama pada pasien yang sudah pernah terkena serangan stroke dengan durasi kekambuhan yang bervariasi. Self-management dan kepatuhan pengobatan merupakan komponen penting dalam pencegahan sekunder terhadap kejadian stroke berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji self-management behavior dan kepatuhan pengobatan pada pasien stroke dan hubungannya dengan lama kejadian stroke iskemik berulang di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan desain cross-sectional. Lokasi dan waktu penelitian dilakukan di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada bulan Oktober 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden  menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner data demografi, Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ), Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). Instrumen SSSMQ telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan dinyatakan valid (r-hitung 0,467-0,951 > r-tabel 0,1900) dan reliabel Alpha Cronbach 0,947). Selanjutnya, instrument MMAS-8 dinyatakan valid dikarenakan r-hitung > r-tabel (0,361) dan reliable dengan nilai Alpha Cronbach 0,735.  Analisis data menggunakan uji korelasi Somers’d.  Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lansia (>60 tahun), jenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMA, tinggal bersama suami/istri dan anak, status gizi normal, memiliki penyakit komorbid hipertensi, dan mengalami kejadian stroke berulang sebanyak 1 kali. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara self-management behavior terhadap lama kejadian stroke iskemik berulang (p= 0,289), sedangkan kepatuhan pengobatan memiliki hubungan yang bermakna dengan lama kejadian stroke iskemik berulang (p= 0,001).