Pembelajaran renang di sekolah sering menghadapi keterbatasan sarana praktik, sehingga pembelajaran teori menjadi alternatif utama yang kerap dipersepsikan kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pemahaman siswa terhadap pembelajaran teori renang serta mengungkap makna pedagogis pembelajaran tersebut dalam kondisi keterbatasan praktik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa dan guru pendidikan jasmani melalui teknik observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teori renang membentuk pemahaman konseptual dasar dan kesiapan kognitif awal siswa, namun belum sepenuhnya menghasilkan kesiapan aplikatif. Temuan juga mengungkap bahwa keterlibatan siswa berperan sebagai mekanisme kunci yang memediasi kualitas pemahaman, sehingga desain pembelajaran teori yang bersifat kontekstual dan reflektif memiliki potensi sebagai jembatan kognitif menuju pembelajaran praktik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran teori renang tidak dapat dipahami sebagai kegagalan pedagogis, melainkan sebagai strategi adaptif yang menghasilkan pemahaman parsial namun bermakna, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teori pembelajaran pendidikan jasmani dalam konteks keterbatasan fasilitas.
Copyrights © 2026