Revitalisasi kepramukaan di sekolah dasar sering terkendala rendahnya retensi keterampilan teknis anggota. Pengabdian ini bertujuan mengatasi fenomena "lupa materi" melalui integrasi teknik pioneering tandu darurat dan prinsip medis dasar (lifting and moving). Mitra kegiatan melibatkan 49 siswa Penggalang UPT SPF SDN Daya II Makassar. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Corrective Drill yang dikombinasikan dengan Project-Based Learning. Siswa dilatih aplikasi simpul pangkal dan jangkar secara repetitif pada konstruksi tandu, serta teknik angkat korban sesuai standar ILCOR. Hasil menunjukkan strategi "repetisi fungsional" efektif membangun memori motorik, di mana 100% regu berhasil merakit tandu rigid dalam waktu rata-rata 8 menit. Kegiatan ini berhasil mencetak profil "Manusia Siaga", mentransformasi hafalan tali-temali menjadi instrumen penyelamatan nyawa yang fungsional.
Copyrights © 2026