Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia dan menjadi penyebab utama peningkatan morbiditas. Pola makan merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap kestabilan tekanan darah, terutama pada lansia yang mengalami perubahan fisiologis akibat proses penuaan. Posyandu mencatat tingginya kasus hipertensi pada lansia sehingga perlu dilakukan analisis mengenai pola makan dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 32 responden lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola makan dan lembar observasi pengukuran tekanan darah. Uji validitas hasil perhitungan dibandingkan dengan nilai r tabel pada taraf signifikan 5% (0,05). Instrumen dinyatakan valid apabila r hitung > r tabel.” Sedangkan uji realibiltasnya minimal koefisien Cronbach's Alpha dengan menggunakan alat ukur 0,60. Demikian apabila instrumen r menghasilkan lebih dari 0,60 maka instrumen tersebut dapat dinyatakan valid. Analisis hubungan menggunakan uji statistik Spermean Rank. Hasil analisis uji Spermean Rank sebagian besar lansia memiliki pola makan kategori buruk (56%), sedangkan sisanya memiliki pola makan cukup (44%) Status tekanan darah menunjukkan bahwa 78,1% responden berada pada kategori tinggi, dan 21,9% kategori normal. Hasil uji Spermean rank menunjukkan nilai p-value = 0,009 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan tekanan darah pada lansia.
Copyrights © 2025