Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI SENAM PEREGANGAN DI TEMPAT KERJA TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN MSDs DAN KADAR ASAM URAT DARAH Priyoto; Binar Wahyuning W
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.246 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pekerja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh proses kerja, lingkungan kerja serta perilaku kesehatan pekerja. Untuk menurunkan resiko cedera di tempat kerja, Kemenkes RI mencanangkan program peregangan di tempat kerja. Peregangan diantara waktu bekerja merupakan pembiasaan aktivitas fisik di tempat kerja untuk melancarkan sirkulasi darah sehingga membantu mengendurkan ketegangan syaraf dan melatih otot agar lebih kuat sehingga tidak mudah lelah saat bekerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa efektivitas senam peregangan di tempat kerja terhadap kondisi kesehatan. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan prepost control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staf dosen dan tenaga kependidikan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum melakukan senam peregangan di tempat kerja (pretest) dan setelah melakukan senam peregangan di tempat kerja selama kurun waktu 1 bulan (posttest). Analisa data dilakukan menggunakan analisa bivariate dan analisa univariate. Uji analisa yang digunakan adalah paired sampel t-test dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hasil : Dari hasil uji paired t test didapatkan nilai signifikasi pada kelompok kontrol sebesar 0,019 > kelompok perlakuan sebesar 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi senam peregangan ditempat kerja efektif untuk menurunkan nyeri akibat gangguan MSDs (Muskuloskeletal Disorders). Dari hasil uji paired t test nampak bahwa nilai sig (2-tailed) pada kelompok perlakuan (0,001) < nilai sig (2-tailed) pada kelompok perlakuan (0,003) sehingga dapat dinyatakan bahwa senam peregangan ditempat kerja yang dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama kurun waktu 1 bulan efektif untuk membantu penurunan kadar asam urat darah pada staf dosen dan tenaga kependidikan di Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Kesimpulan : Senam peregangan ditempat kerja adalah tindakan peregangan diantara waktu bekerja (merupakan pembiasaan aktivitas fisik di tempat kerja) untuk melancarkan sirkulasi darah sehingga membantu mengendurkan ketegangan syaraf dan melatih otot agar lebih kuat sehingga tidak mudah lelah saat bekerja
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA BALEREJO KABUPATEN MADIUN Priyoto Ns; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.789 KB)

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit Diabetes Melitus tipe 2 pada negara maju maupun negara berkembang sehingga menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat.Oleh karena itu Diabetes Melitus tipe 2 dapat dicegah dengan olahraga rutin, hidup sehat dan teratur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 30 lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sebanyak 30 lansia. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah diberikan senam kaki. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon dengan α 0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan pada kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan senam kaki dengan mean sebelum diberikan senam kaki adalah 182,80 mg/dl sedangkan mean sesudah diberikan senam kaki adalah 143,13 mg/dl. Hasil analisa Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi P value = 0,000 < α = 0,05 artinya ada pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Dari hasil penelitian senam kaki dapat mempengaruhi penurunan kadar gula darah, selain itu usia responden juga dapat mempengaruhi seberapa sering melakukan aktifitas fisik olahraga seperti senam setiap minggu
EFEKTIFITAS STREACHING WILLIAM TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBONSARI KABUPATEN MADIUN Ns Priyoto; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.062 KB)

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit Diabetes Melitus pada negara maju maupun negara berkembang menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat. Oleh karena itu Diabetes Melitus dapat dicegah dengan olahraga rutin, hidup sehat dan teratur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Streaching Williams terhadap perubahan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 30 lansia penderita Diabetes Melitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita diabetes mellitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sebanyak 30 lansia. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling.Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah diberikan Streaching Williams. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon dengan α : 0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan pada kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan Streaching Williams dengan mean sebelum diberikan Streaching Williams adalah 182,80 mg/dl sedangkan mean sesudah diberikan Streaching Williams adalah 143,13 mg/dl. Hasil analisa Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi P value = 0,000 < α = 0,05 artinya ada pengaruh Streaching Williams terhadap perubahan kadar gula darah penderita diabetes mellitus di Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Dari hasil penelitian Streaching Williams dapat mempengaruhi penurunan kadar gula darah, selain itu usia responden juga dapat mempengaruhi seberapa sering melakukan aktifitas fisik olahraga seperti senam setiap minggu
PERBEDAAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) YANG MENGKONSUMSI DAN TIDAK MENGKONSUMSI SUSU FORMULA Vella Riandini; Ns Priyoto
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume X, Nomor 2, Juli 2017
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.107 KB)

Abstract

Gigi merupakan bagian dari alat pengunyah pada sistem pencernaan tubuh manusia. Masalah utama kesehatan gigi dan mulut anak adalah karies gigi. Karies gigi disebabkan karena anak mengkonsumsi susu formula yang mengandung karbohidrat. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karies gigi pada anak prasekolah yang mengkonsumsi dan tidan mengkonsumsi susu formula. Penelitian ini menggunakan pendekatan restropektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Pengambilan data menggnakan lembar kuesoner dan observasi karies gigi. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh 22 siswa mengkonsumsi susu formula dan 13 siswa tidak mengkonsumsi susu formula, dengan sebagian besar responden menglami karies gigi sejumlah 30 siswa dengan status karies simple 16 siswa (45,7%) dan karies komplek yaitu 16 siswa (45,7%), dan sebagian kecil responden yang tidak mengalami karies gigi atau sehat sejumlah 3 siswa (8,6%). Hasil analisis bivariat diperoleh p value 0,002 < α 0,005. Hal ini berarti ada perbedaan karies gigi pada anak usia pra sekolah yang mengkonsumsi dan tidak mengkonsumsi susu formula. Perlu adanya program melakukan sikat gigi di sekolah guna mengingatkan dan mengajari anak-anak dalam menjaga kebersihan dan mengetahui kesehatan mulut dan gigi. Dan memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut beserta penyebab karies gigi yaitu salah satunya konsumsi susu formula
EFEKTIFITAS SENAM PEREGANGAN TERHADAP GANGGUAN TIDUR (INSOMNIA) PADA LANSIA YANG MENGALAMI DIMENSIA Ns Priyoto; Faqih Faqih Nafiul Umam
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume X, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.956 KB)

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan utama dalam memulai dan mempertahankan tidur dikalangan lansia. Insomnia didefinisikan sebagai keluhan kurangnya kualitas tidurdisebabkan oleh satu dari sulit memasuki tidur, sering terbangun malam kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak nyenyak. Buruknya kualitas tidur lansia disebabkan oleh meningkatnya letensi tidur, berkurangnya efesiensi tidur dan terbangun lebih awal karena proses penuaan.Jenis penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan pre-eksperimental. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu 25 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Sign Rank Test dengan α 0,05.Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan terapi senam peregangan. Hasil analisa Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh terapi senam peregangan terhadap perubahan gangguan tidur (insomnia) pada lansia di wilayah kerja puskesmas Bendo, Kabupaten Magetan.Dengan demikian diharapkan penderita gangguan tidur (insomnia) seharusnya menerapkan terapi senam peregangan untuk mengurangi tingkat insomnia.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi senam peregangan terhadap perubahan gangguan tidur (insomnia) pada lansia di wilayah kerja puskesmas Bendo, Kabupaten Magetan
UJI DAYA HAMBAT Propinobacterium acnes PADA PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SABUN WAJAH KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) Laela Febriana; R.F.X. Premihadi Putra; Firman Rezaldi; Susanti Erikania; Rina Nurmaulawati; Priyoto Priyoto
Jurnal Farmagazine Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v10i1.644

Abstract

Propinobacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya jerawat pada bagian wajah. Sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang secara positif berkolerasi dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yaitu Propinobacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium yaitu dengan cara menyiapkan sediaan sabun wajah yang telah beredar dipasaran sebagai kontrol positif, membuat basis sabun wajah tanpa zat aktif sebagai kontrol negatif, dan membuat basis sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Metode difusi cakram merupakan salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propinobacrterium acnes dari masing-masing sediaan sabun wajah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA satu jalur dan uji lanjut berupa analisis pos hoc. Hasil penelitian ini berdasarkan uji ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai p yang dihasilkan kurang dari 0,05 dan juga analisis pos hoc dapat disimpulkan bahwa sediaan sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri Propinobacterium acnes. Namun tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Konsentrasi 40% merupakan konsentrasi terbaik diantara dua perlakuan dan kedua pembanding baik kontrol positif maupun negatif dengan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan adalah sebesar 15,60 mm dan masuk dalam kategori kuat.
Pendampingan “GEMES” (Gerakan Melek Stunting) sebagai Upaya Pencegahan Stunting Anak di Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Dian Anisia Widyaningrum; Cintika Yorinda Sebtalesy; Priyoto
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.111

Abstract

Stunting merupakan dampak buruk dari masalah kekurangan gizi kronis pada anak sehingga mempunyai tinggi atau panjang badan yang minim apabila dibandingkan dengan usia. Permasalahan stunting di Kabupaten Magetan memiliki prevalensi 14,9%, dimana angka ini belum mencapai target RJPMN 2024. Program “GEMES” ini merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat di Desa Pragak dalam rangka bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai stunting dan pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023, pada ibu dengan balita di Polindes Desa Pragak. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pengecekan status gizi balita, edukasi terkait stunting dan pencegahannya dengan demonstrasi cara pembuatan dimsum tahu untuk makanan tambahan balita. Hasil kegiatan ini, masyarakat telah memperoleh informasi status gizi balita di Desa Pragak dan peningkatan pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya. Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan wawasan para ibu dengan balita direkomendasikan untuk dapat dilaksanakan secara berkala di semua posyandu untuk mencegah terjadinya stunting.
Gerakan Gemar Makan Sayur (“Gemas”) Melalui Olahan Puding Untuk Cegah Stunting Dian Anisia Widyaningrum; Priyoto; Devita Anugrah Anggraini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1075

Abstract

Secara global masih dihadapkan permasalahan serius yaitu 22% anak balita mengalami stunting dan Indonesia menjadi negara kelima dengan proporsi balita tertinggi mengalami stunting sebesar 37%. Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak sangat panjang untuk kehidupan seseorang dan berkontribusi 17% dari seluruh kematian anak. Hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu perbaikan pola asuh, perbaikan sanitasi dan air bersih, serta pola makan. Sayur-sayuran hijau merupakan salah satu makanan yang mengandung kalsium dan dibutuhkan anak-anak untuk mencegah terjadinya stunting. Dan puding merupakan makanan ringan bertekstur kenyal yang sangat digemari oleh anak-anak, sehingga pemilihan menu puding sayuran sebagai makanan tambahan untuk mencegah stunting dipercaya dapat menarik minat anak-anak untuk mengkonsumsinya. Tujuan pengabdian masayarakat ini adalah untuk edukasi gerakan gemar makan sayur (“gemas”) melalui olahan puding untuk cegah stunting. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pengecekan status gizi balita dan edukasi terkait stunting dan demonstrasi cara pembuatan puding sayur bayam untuk makanan tambahan balita. Hasil pengabdian masyarakat, masyarakat telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang stunting dan cara membuat puding sayur. Edukasi masyarakat dalam meningkatkan kegemaran balita mengkonsumsi sayur melalui puding direkomendasikan untuk dapat disebarkan luaskan pada masyarakat sekitar dengan harapan dapat mencegah terjadinya stunting pada balita