Kesalahan pemberian obat masih menjadi masalah utama keselamatan pasien di rumah sakit. Salah satu strategi pencegahan adalah penerapan Barcode Medication Administration. Namun, efektivitas sistem ini sangat bergantung pada tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam penerapannya. Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat berbasis barcode pada pasien rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di tiga unit rawat inap sebanyak 84 orang. Sampel berjumlah 69 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya, dengan 31 item dinyatakan valid, serta reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,910). Kepatuhan perawat dinilai melalui lembar observasi berdasarkan SOP rumah sakit. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (91,3%) dan tingkat kepatuhan cukup tinggi (62,3%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,758 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,038, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat berbasis barcode. Kepatuhan perawat kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban kerja, dukungan manajemen, dan kendala teknis sistem barcode.
Copyrights © 2026