Halusinasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang menyakini akan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Dalam mengontrol halusinasi pasien dalam bentuk terapi okupasi yang diberikan bagi penderita halusinasi yaitu terapi aktivitas mengisi waktu luang berbentuk kegiatan sehari-hari, seperti menyapu, mengepel dan menganyam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas menganyam terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Jenis penelitian ini deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu 10 responden yang mengalami gangguan halusinasi dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan teknik wawancara. Data penelitian dianalisis secara analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden berusia 30 tahun, seluruhnya berjenis kelamin perempuan 10 (100.0%) dengan lama rawat >10 hari sebanyak 10 (100.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden. Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%) responden dan Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden.
Copyrights © 2026