Cindy Fatikasari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Mengontrol Halusinasi melalui Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Menganyam Livana PH; Titik Suerni; Umtitin Umtitin; Kandar Kandar; Sri Temu; Cindy Fatikasari; Rosiyda Nurasih; Safira Nurul Lita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1764

Abstract

Halusinasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang menyakini akan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Dalam mengontrol halusinasi pasien dalam bentuk terapi okupasi yang diberikan bagi penderita halusinasi yaitu terapi aktivitas mengisi waktu luang berbentuk kegiatan sehari-hari, seperti menyapu, mengepel dan menganyam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas menganyam terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Jenis penelitian ini deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu 10 responden yang mengalami gangguan halusinasi dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan teknik wawancara. Data penelitian dianalisis secara analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden berusia 30 tahun, seluruhnya berjenis kelamin perempuan 10 (100.0%) dengan lama rawat >10 hari sebanyak 10 (100.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden. Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%) responden dan Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden.