Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, termasuk tinggi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kelurahan Bandara tercatat sebagai salah satu kelurahan dengan kasus stunting terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Remaja. Kader posyandu berperan penting dalam pencegahan stunting melalui edukasi, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini, namun peran tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan, pelatihan, dan lama kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Sampel penelitian adalah kader Posyandu di Kelurahan Bandara. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (pengetahuan) dan variabel dependen (peran kader). Hasil: Hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan kader dengan peran kader dalam pencegahan stunting pada balita (p = 0,006). Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader memiliki pengaruh nyata terhadap peran kader dalam pencegahan stunting. Kader yang memiliki pengetahuan baik lebih aktif perannya sebagai pelaksana, pengelola, dan pemantau tumbuh kembang balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting pada balita (p = 0,006). Dengan demikian, pengetahuan berkontribusi penting terhadap optimalisasi peran kader posyandu dalam pencegahan stunting.
Copyrights © 2026