Rahmawati Wahyuni
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN KURMA TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI HARI PERTAMA POST PARTUM Rahmawati Wahyuni; Elisa Goretti Sinaga; Dwi Agustinigsih
Avicenna : Journal of Health Research Vol 6, No 1 (2023): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v6i1.825

Abstract

EFEKTIVITAS PEMBERIAN SELAI KURMA TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI HARI PERTAMA POST PARTUM Wahyuni, Rahmawati; Goretti Sinaga, Elisa; Metta M.C, Lutfhi
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 15, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v15i1.988

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI KOTA SAMARINDA TAHUN 2026 Ega Ersya; Rahmawati Wahyuni; Siti Raihanah; Afiatun Rahmah; Pratiwi Puji Lestari
Optimal Midwife Journal Volume 3, No 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, termasuk tinggi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kelurahan Bandara tercatat sebagai salah satu kelurahan dengan kasus stunting terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Remaja. Kader posyandu berperan penting dalam pencegahan stunting melalui edukasi, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini, namun peran tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan, pelatihan, dan lama kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Sampel penelitian adalah kader Posyandu di Kelurahan Bandara. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (pengetahuan) dan variabel dependen (peran kader). Hasil: Hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan kader dengan peran kader dalam pencegahan stunting pada balita (p = 0,006). Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader memiliki pengaruh nyata terhadap peran kader dalam pencegahan stunting. Kader yang memiliki pengetahuan baik lebih aktif perannya sebagai pelaksana, pengelola, dan pemantau tumbuh kembang balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting pada balita (p = 0,006). Dengan demikian, pengetahuan berkontribusi penting terhadap optimalisasi peran kader posyandu dalam pencegahan stunting.