Mobilitas penduduk dan interaksi lintas budaya meningkatkan kebutuhan akan pemahaman adaptasi sosiokultural pendatang dan penerimaan masyarakat lokal dalam perspektif komunitas. Dalam konteks keperawatan transkultural, perbedaan nilai, norma, bahasa, dukungan sosial, dan lingkungan budaya dapat memengaruhi kesejahteraan pendatang serta hubungan sosial dengan masyarakat penerima. Penelitian ini bertujuan memetakan proses dan faktor yang memengaruhi adaptasi sosiokultural pendatang dan penerimaan masyarakat lokal. Metode penelitian menggunakan scoping review berpedoman PRISMA-ScR dengan kerangka PCC. Artikel yang digunakan berasal dari database elektronik, meliputi ScieneceDirect, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci cross-cultural, contact/intercultural, contact, community/social acceptance, perception/social integration, migrants/immigrants/refuges, dan host/local community. Artikel yang ditelaah merupakan hasil publikasi tahun 2021-2016. Dari 17.817 artikel yang ditemukan, 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Telaah dilakukan oleh da penilai independen menggunakan checklist JBI. Hasil telaah menunjukkan bahwa kontak lintas budaya, dukungan sosial, kompetensi antarbudaya, toleransi, dan kesiapan komunitas mendukung adaptasi serta penerimaan sosial. Sebaliknya, diskriminasi, persepsi ancaman, stereotip, dan hambatan komunikasi menjadi faktor penghambat. Temuan ini menegaskan pentingnya keperawatan transkultural dalam membangun komunitas inklusif.
Copyrights © 2026