Kadek Candra Dwi Anindhita
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptasi Sosiokultural Pendatang dan Penerimaan Masyarakat Lokal dalam Perspektif Keperawatan Transkultural: Scoping Review Kadek Widya Purnama Yani; Kadek Candra Dwi Anindhita; Shofi Khaqul Ilmy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2106

Abstract

Mobilitas penduduk dan interaksi lintas budaya meningkatkan kebutuhan akan pemahaman adaptasi sosiokultural pendatang dan penerimaan masyarakat lokal dalam perspektif komunitas. Dalam konteks keperawatan transkultural, perbedaan nilai, norma, bahasa, dukungan sosial, dan lingkungan budaya dapat memengaruhi kesejahteraan pendatang serta hubungan sosial dengan masyarakat penerima. Penelitian ini bertujuan memetakan proses dan faktor yang memengaruhi adaptasi sosiokultural pendatang dan penerimaan masyarakat lokal. Metode penelitian menggunakan scoping review berpedoman PRISMA-ScR dengan kerangka PCC. Artikel yang digunakan berasal dari database elektronik, meliputi ScieneceDirect, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci cross-cultural, contact/intercultural, contact, community/social acceptance, perception/social integration, migrants/immigrants/refuges, dan host/local community. Artikel yang ditelaah merupakan hasil publikasi tahun 2021-2016. Dari 17.817 artikel yang ditemukan, 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Telaah dilakukan oleh da penilai independen menggunakan checklist JBI. Hasil telaah menunjukkan bahwa kontak lintas budaya, dukungan sosial, kompetensi antarbudaya, toleransi, dan kesiapan komunitas mendukung adaptasi serta penerimaan sosial. Sebaliknya, diskriminasi, persepsi ancaman, stereotip, dan hambatan komunikasi menjadi faktor penghambat. Temuan ini menegaskan pentingnya keperawatan transkultural dalam membangun komunitas inklusif.
Faktor Protektif dan Stresor dalam Adaptasi Budaya terhadap Kesejahteraan Psikologis Pendatang dalam Perspektif Keperawatan Jiwa: Scoping Review Kadek Candra Dwi Anindhita; Kadek Candra Dwi Anindhita; Shofi Khaqul Ilmy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2107

Abstract

Peningkatan mobilitas antar negara menyebabkan peningkatan pendatang yang mengharuskan individu menjalani adaptasi budaya di lingkungan baru. Dalam prosesnya bisa dipengaruhi oleh fakror protektif dan stresor. Berbagai penelitian telah membahas mengenai hubungan adaptasi budaya dengan kesejahteraan psikologis, tetapi belum menggambarkan secara jelas mengenai apa saja faktor protektif dan stresor yang mempengaruhinya. Mengidentifikasi apa saja faktor protektif dan stressor dalam lingkup budaya yang berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pada pendatang. Menggunakan desain scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR. Dilakukan pencarian melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci yang berhubungan dengan pendatang, adaptasi budaya, dan kesejahteraan psikologis. Dari total artikel sejumlah 21.125, dilakukan identifikasi, skrinning, dan uji kelayakan, sehinggaa didapatkan 11 artikel dengan desain kuantitatif yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021-2026. Faktor protektif yang mendukung adaptasi budaya berupa strategi integrasi budaya, kemampuan berbahasa, dukungan sosial, dan lingkungan supportif. Sedangkan stresor yang menghambat adaptasi budaya adalah stress akulturasi, diskriminasi, marginalisasi, dan hambatan bahasa dapat menyebabkan distress, kecemasan, dan depresi. Adaptasi budaya berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pendatang. Faktor protektif dan stresor mempengaruhi keberhasilan proses akulturasi, yang akhirnya berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mental individu selama beradaptasi dengan lingkungan budaya baru.