Peningkatan mobilitas antar negara menyebabkan peningkatan pendatang yang mengharuskan individu menjalani adaptasi budaya di lingkungan baru. Dalam prosesnya bisa dipengaruhi oleh fakror protektif dan stresor. Berbagai penelitian telah membahas mengenai hubungan adaptasi budaya dengan kesejahteraan psikologis, tetapi belum menggambarkan secara jelas mengenai apa saja faktor protektif dan stresor yang mempengaruhinya. Mengidentifikasi apa saja faktor protektif dan stressor dalam lingkup budaya yang berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pada pendatang. Menggunakan desain scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR. Dilakukan pencarian melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci yang berhubungan dengan pendatang, adaptasi budaya, dan kesejahteraan psikologis. Dari total artikel sejumlah 21.125, dilakukan identifikasi, skrinning, dan uji kelayakan, sehinggaa didapatkan 11 artikel dengan desain kuantitatif yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021-2026. Faktor protektif yang mendukung adaptasi budaya berupa strategi integrasi budaya, kemampuan berbahasa, dukungan sosial, dan lingkungan supportif. Sedangkan stresor yang menghambat adaptasi budaya adalah stress akulturasi, diskriminasi, marginalisasi, dan hambatan bahasa dapat menyebabkan distress, kecemasan, dan depresi. Adaptasi budaya berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pendatang. Faktor protektif dan stresor mempengaruhi keberhasilan proses akulturasi, yang akhirnya berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mental individu selama beradaptasi dengan lingkungan budaya baru.
Copyrights © 2026