Kadek Candra Dwi Anindhita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Protektif dan Stresor dalam Adaptasi Budaya terhadap Kesejahteraan Psikologis Pendatang dalam Perspektif Keperawatan Jiwa: Scoping Review Kadek Candra Dwi Anindhita; Kadek Candra Dwi Anindhita; Shofi Khaqul Ilmy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2107

Abstract

Peningkatan mobilitas antar negara menyebabkan peningkatan pendatang yang mengharuskan individu menjalani adaptasi budaya di lingkungan baru. Dalam prosesnya bisa dipengaruhi oleh fakror protektif dan stresor. Berbagai penelitian telah membahas mengenai hubungan adaptasi budaya dengan kesejahteraan psikologis, tetapi belum menggambarkan secara jelas mengenai apa saja faktor protektif dan stresor yang mempengaruhinya. Mengidentifikasi apa saja faktor protektif dan stressor dalam lingkup budaya yang berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pada pendatang. Menggunakan desain scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR. Dilakukan pencarian melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci yang berhubungan dengan pendatang, adaptasi budaya, dan kesejahteraan psikologis. Dari total artikel sejumlah 21.125, dilakukan identifikasi, skrinning, dan uji kelayakan, sehinggaa didapatkan 11 artikel dengan desain kuantitatif yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021-2026. Faktor protektif yang mendukung adaptasi budaya berupa strategi integrasi budaya, kemampuan berbahasa, dukungan sosial, dan lingkungan supportif. Sedangkan stresor yang menghambat adaptasi budaya adalah stress akulturasi, diskriminasi, marginalisasi, dan hambatan bahasa dapat menyebabkan distress, kecemasan, dan depresi. Adaptasi budaya berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pendatang. Faktor protektif dan stresor mempengaruhi keberhasilan proses akulturasi, yang akhirnya berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mental individu selama beradaptasi dengan lingkungan budaya baru.