Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 sering mengalami komplikasi neuropati diabetik yang menimbulkan nyeri neuropatik kronis. Nyeri ini berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien dan memerlukan penanganan yang efektif. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah self-management nyeri terstruktur, yaitu upaya mandiri pasien dalam mengelola nyeri melalui edukasi, latihan, dan strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuesioner DN4 (Douleur Neuropathique 4) dan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan selama 5 hari, dua kali sehari dengan durasi 10 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri neuropatik setelah intervensi self-management nyeri terstruktur. Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dan berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami nyeri ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
Copyrights © 2026