Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Mengenai Diare pada Anak Usia Sekolah di TK Nasrani 4 Medan Tiarnida Nababan; Elis Anggeria; Elsa Romaito Sianturi; Laura Adelina Br Sebayang; Lira Virna Halawa; Honorius Gowasa; Putri Nidar Zega; Desi Ratna Sari Sihotang
Jurnal Mitra Prima Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitra_prima.v6i2.5825

Abstract

Salah satu penyakit anak yang paling umum di dunia adalah diare, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi. Salah satu penyakit anak yang paling umum di negara berkembang seperti Indonesia adalah diare. Ini adalah hasil dari tingkat morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi. Karena dehidrasi dan malnutrisi, diare menyebabkan kematian lebih cepat pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Empat faktor dapat menyebabkan diare menyebar dan menginfeksi anak: makanan (makanan), tinja (tinja), angin (udara), dan jari. Karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini menyebar dan menular adalah dengan menghentikan rantai penularan. Mengonsumsi makanan ringan yang sehat di kantin sekolah adalah salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang harus diperhatikan pada anak-anak yang pergi ke sekolah. Ini karena berbagai makanan yang disediakan memiliki nutrisi yang cukup, aman untuk dimakan oleh anak-anak, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan derajat kesehatan siswa. Makanan sekolah saat ini semakin beragam, dari yang tradisional hingga modern, sehingga dapat menarik siswa untuk makan jajanan sekolah. Akses ke makanan sekolah yang sehat dan tidak sehat mungkin memengaruhi pilihan jajanan anak-anak. Anak-anak biasanya membeli jajanan paling dekat dengannya.
Pengaruh Self-Management Nyeri Terstruktur terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Neuropatik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Gerri Anastasya Simamora; Rani Risa O. Siagian; Theresia Megawati. H.G. Putri; Putri Nidar Zega; Elis Anggeria
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2183

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 sering mengalami komplikasi neuropati diabetik yang menimbulkan nyeri neuropatik kronis. Nyeri ini berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien dan memerlukan penanganan yang efektif. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah self-management nyeri terstruktur, yaitu upaya mandiri pasien dalam mengelola nyeri melalui edukasi, latihan, dan strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuesioner DN4 (Douleur Neuropathique 4) dan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan selama 5 hari, dua kali sehari dengan durasi 10 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri neuropatik setelah intervensi self-management nyeri terstruktur. Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dan berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami nyeri ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.