Mahasiswa kesehatan merupakan kelompok yang rentan mengalami academic burnout akibat tingginya tuntutan akademik, beban praktik klinik, serta tekanan evaluasi kompetensi yang berkelanjutan. Faktor internal yang diduga berperan sebagai faktor protektif terhadap burnout adalah kualitas spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas spiritual sebagai faktor protektif terhadap academic burnout pada mahasiswa kesehatan. Penelitian kuantitatif analitik ini dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 mahasiswa kesehatan yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Spiritual Well-Being Scale (SWBS) untuk mengukur kualitas spiritual dan MBI-SS. Hasil uji reliabilitas instrumen Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dengan nilai Cronbach's alpha total sebesar 0,89–0,94. Sementara itu, MBI-SS menunjukkan reliabilitas internal yang memadai dengan nilai Cronbach's alpha pada subskala emotional exhaustion sebesar 0,837, cynicism sebesar 0,869, dan academic efficacy sebesar 0,881. Analisis data meliputi analisis univariat dan uji regresi linear untuk mengetahui kontribusi kualitas spiritual dalam memprediksi tingkat burnout dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki kualitas spiritual dalam kategori tinggi (54,2%). Sebagian besar mahasiswa mengalami academic burnout kategori sedang (57,5%), sedangkan 18,3% responden berada pada kategori burnout tinggi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan r = -0,487 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Analisis regresi linear sederhana β = -0,431; p = 0,000). Maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas spiritual dan academic burnout.
Copyrights © 2026