Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 5 KLATEN Cahyo Pramono; M Mawardi; Maya Sri Mahastui Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.624 KB)

Abstract

Remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, remaja akan mengalami perubahan fisik maupun psikologis. Pada umumnya remaja berlangsung pada usia 11 tahun. Spiritualitas adalah sesuatu yang memiliki kebenaran yang abadi yang berhubungan dengan tujuan hidup manusia, Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki individu dalam memotivasi diri sendiri dalam menghadapi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII SMP N 5 Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 71 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik Spearmen Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,009 berarti p value < 0.05 sehingga ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII di SMP N 5 Klaten. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecerdasan emosional di SMP N 5 Klaten).
Gambaran Pengetahuan Tentang Diet Rendah Garam Pada Penderita Hipertensi Di Dusun Batusari Fitri Suciana; Puput Risti Kusumaningrum; Saifudin Zukhri; Sapfitri Febrika Sulistya Mawardi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 1 (2022): JUKEJ
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55784/jkj.Vol1.Iss1.216

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat diatas batas normal apabila didapatkan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90mmHg. Beberapa faktor yang menyebabkan hipertensi antara lain kebiasaan hidup atau perilaku kebiasaan mengkonsumsi natrium yang tinggi, kegemukan, stress, merokok, minum alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran pengetahuan tentang diet rendah garam di dusun Batusari. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang menderita hipertensi di Dusun Batusari sebanyak 50. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat yang digambarkan dengan hasil prosentase. Hasil penelitian ini adalah karakteristik responden rerata usia 52 tahun. Responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 (78.0%). Responden paling banyak berpendidikan SD sebanyak 20 (40.0%). Pekerjaan responden mayoritas sebagai petani sebanyak 36 (72.0%). Durasi lama menderita hipertensi responden 3.5 tahun.sebanyak 41 (82.0%) responden berpengetahuan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, lama menderita hipertensi dan tingkat pengetahuan.
Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Trucuk 1 Supardi Supardi; Marwanti Marwanti; Erika Karunia Putri; Chori Elsera; Mawardi Mawardi; Agus Murtana; Ambar Winarti
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i1.1607

Abstract

Background: Dietary adherence plays a very important role for people with DM, if someone who cannot manage a diet with 3j settings (schedule, type and amount) it can cause the patient to experience an increase in blood sugar levels. According to the World Health Organization (WHO) there are about 422 million people worldwide suffering from diabetes. Objectives of the Study: The purpose of this study was to determine the description of dietary compliance of patients with Diabetes Mellitus at Trucuk 1 Health Center. Research Methods: This type of research is quantitative research with descriptive correlation research design. The sample used in this study was 93 respondents. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The instrument used was a questionnaire. Research Results: The results of the study obtained compliance with the number of respondents' diets in the compliant category as many as 65 (69.9%), the type of diet of respondents in the compliant category as many as 81 (87.1%), the respondent's diet schedule in the compliant category as many as 70 (75.3%), most of whom were female, totaling 51 respondents, elementary school education 21 respondents, trader jobs 20 respondents. Conclusion: It can be concluded that the results of the research compliance The number of respondents' diets in the compliant category was 65 (69.9%), the type of diet of respondents in the compliant category was 81 (87.1%), the respondents' diet schedule in the compliant category was 70 (75.3%).
Efektivitas Bimbingan Spiritual Islami terhadap Peningkatan Resiliensi Mahasiswa yang Mengalami Academic Burnout Mawardi Mawardi; Supardi Supardi
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7439

Abstract

Academic burnout merupakan masalah psikologis yang banyak dialami mahasiswa akibat tekanan akademik yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan motivasi belajar, kesehatan mental, dan prestasi akademik. Resiliensi berperan penting sebagai faktor protektif dalam menghadapi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi (bimbingan/pendampingan yang diberikan) terhadap peningkatan resiliensi mahasiswa yang mengalami academic burnout. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest pada 38 mahasiswa yang mengalami academic burnout. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Instrumen yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur burnout dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur resiliensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum intervensi, sebagian besar mahasiswa berada pada kategori academic burnout sedang hingga tinggi, dan resiliensi didominasi kategori rendah hingga sedang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada skor resiliensi, ditandai dengan meningkatnya proporsi resiliensi tinggi dari 13,1% menjadi 39,5%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor resiliensi yang signifikan antara pretest dan posttest. Intervensi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa yang mengalami academic burnout. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Peran Kualitas Spiritual sebagai Faktor Protektif terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Kesehatan Mawardi Mawardi; Ambar Winarti; Agus Murtana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2246

Abstract

Mahasiswa kesehatan merupakan kelompok yang rentan mengalami academic burnout akibat tingginya tuntutan akademik, beban praktik klinik, serta tekanan evaluasi kompetensi yang berkelanjutan. Faktor internal yang diduga berperan sebagai faktor protektif terhadap burnout adalah kualitas spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas spiritual sebagai faktor protektif terhadap academic burnout pada mahasiswa kesehatan. Penelitian kuantitatif analitik ini dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 mahasiswa kesehatan yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Spiritual Well-Being Scale (SWBS) untuk mengukur kualitas spiritual dan MBI-SS. Hasil uji reliabilitas instrumen Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dengan nilai Cronbach's alpha total sebesar 0,89–0,94. Sementara itu, MBI-SS menunjukkan reliabilitas internal yang memadai dengan nilai Cronbach's alpha pada subskala emotional exhaustion sebesar 0,837, cynicism sebesar 0,869, dan academic efficacy sebesar 0,881. Analisis data meliputi analisis univariat dan uji regresi linear untuk mengetahui kontribusi kualitas spiritual dalam memprediksi tingkat burnout dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki kualitas spiritual dalam kategori tinggi (54,2%). Sebagian besar mahasiswa mengalami academic burnout kategori sedang (57,5%), sedangkan 18,3% responden berada pada kategori burnout tinggi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan r = -0,487 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Analisis regresi linear sederhana β = -0,431; p = 0,000). Maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas spiritual dan academic burnout.