Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis penderitanya. Pasien TB yang menjalani pengobatan jangka panjang rentan mengalami penurunan self-esteem akibat stigma, perubahan kondisi fisik, serta tekanan sosial. Motivasi berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Populasi penelitian sebanyak 50 orang. Sampel berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi serta Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil pengujian kuesioner motivasi reliabilitas 0,82. Pengujian validitas menunjukkan hasil yang baik 0,77 sampai dengan 0,88. Instrumen Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia juga sudah diuji validitas dan realiabilitasnya dengan nilai cronbach alpha 0,87 dan nilai realibilitas 0,89. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi dan self-esteem pada kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis. Peningkatan motivasi berperan penting dalam meningkatkan self-esteem pasien TB.
Copyrights © 2026