JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra

Disfemisme sebagai Representasi Konflik Sosial dalam Film Kontemporer Pengepungan di Bukit Duri

Laila Nurmayanti (Universitas Muhammadiyah Jember)
Hasan Suaedi (Universitas Muhammadiyah Jember)
Astri Widyaruli Anggraeni (Universitas Muhammadiyah Jember)



Article Info

Publish Date
18 Dec 2025

Abstract

This study aims to describe the forms of dysphemism found in the film “Pengepungan di Bukit Duri” and to explain their meanings and functions within the context of character interaction. This research employs a qualitative method through observation and documentation, in which the film was watched repeatedly to identify utterances containing dysphemism. Data were analyzed using the dysphemism classification proposed by Allan & Burridge. The findings indicate that five categories of dysphemism appear in the film, namely direct swearing, zoonym dysphemism, excretory dysphemism, appearance dysphemism, and disability dysphemism. The use of dysphemism does not merely serve as an expression of anger or insult, but also plays a role in shaping character identity, strengthening conflict atmosphere, and reflecting the social conditions portrayed in the narrative. Therefore, dysphemism in this film has a significant pragmatic function as a means of representing the social reality experienced by the characters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk disfemisme yang muncul dalam film Pengepungan di Bukit Duri serta menjelaskan makna dan fungsi penggunaannya dalam konteks interaksi tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi, yaitu dengan menonton film secara berulang untuk mengidentifikasi tuturan yang mengandung disfemisme. Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi disfemisme menurut Allan & Burridge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film ini ditemukan lima kategori disfemisme, yaitu direct swearing, zoonym dysphemism, excretory dysphemism, appearance dysphemism, dan disability dysphemism. penggunaan disfemisme tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi kemarahan atau penghinaan, tetapi juga berperan dalam membangun karakter tokoh, mempekuat suasana konflik, serta mencerminkan kondisi sosial yang penuh ketegangan dan diskriminasi. Dengan demikian, disfemisme dalam film ini memiliki fungsi pragmatis yang signifikan sebagai sarana representasi realitas sosial tokoh dalam cerita.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jentera

Publisher

Subject

Description

JENTERA is a literary research journal published by Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Ministry of Education and Culture. Jentera publishes the research articles (literary studies and field research), the idea of conceptual, research, theory pragmatice, and book reviews. Jentera publishes them ...