Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Bengkel Mobil Listrik Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa atau operator dalam menerapkan postur kerja ergonomis pada aktivitas penggunaan gerinda tangan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah penggunaan postur jongkok atau setengah jongkok saat menggerinda akibat rendahnya posisi benda kerja, yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap observasi awal, penyuluhan ergonomi, demonstrasi teknik postur kerja, serta pelatihan praktis. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa postur jongkok ditandai dengan fleksi batang tubuh dan leher yang besar serta beban statis pada lutut dan pergelangan kaki. Setelah dilakukan edukasi dan penyesuaian fasilitas kerja sederhana, seperti pengaturan ketinggian benda kerja, peserta mampu beralih ke postur berdiri yang lebih alamiah dan ergonomis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi ergonomi sederhana melalui edukasi dan pelatihan praktis efektif dalam meningkatkan kesadaran, kenyamanan, dan keselamatan kerja pada aktivitas menggerinda di lingkungan bengkel pendidikan.
Copyrights © 2026