Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan salah satu fenomena demografi yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat meningkatkan kerentanan lansia terhadap berbagai masalah kesehatan dan penurunan kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelayanan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berkesinambungan di tingkat komunitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan asuhan keperawatan gerontik di komunitas berdasarkan berbagai sumber literatur. Artikel ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang membahas keperawatan gerontik, kesehatan lansia, keperawatan komunitas, penyakit kronis, kesehatan mental, kemandirian, dan kualitas hidup lansia. Literatur dianalisis secara deskriptif-naratif untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan lansia dan bentuk pelayanan keperawatan yang diperlukan di komunitas. Hasil telaah menunjukkan bahwa kebutuhan asuhan keperawatan gerontik di komunitas bersifat multidimensional, meliputi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan lingkungan. Lansia membutuhkan pengelolaan penyakit kronis, pemantauan status kesehatan, pencegahan risiko jatuh, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemeliharaan aktivitas fisik, peningkatan kesehatan mental, pencegahan isolasi sosial, serta dukungan terhadap kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Perawat memiliki peran penting dalam melakukan pengkajian komprehensif, edukasi kesehatan, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pemantauan kondisi kronis, koordinasi pelayanan, dan pemberdayaan keluarga serta masyarakat. Asuhan keperawatan gerontik di komunitas perlu diberikan secara komprehensif, berkesinambungan, berorientasi pada individu, dan berbasis keluarga serta masyarakat. Pendekatan tersebut diperlukan untuk mempertahankan kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung proses penuaan yang sehat pada lansia
Copyrights © 2026