Theofilya Amandya Kissya
Poltekkes Kemenkes Maluku

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Yona Sahalessy; Rony Alexander Latumenasse; Sitti Johri Nasela; Theofilya Amandya Kissya; Masrikat Maya Diana Claartje
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1101

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a strategic effort to improve public health. Low implementation of PHBS remains a public health problem, contributing to increasing morbidity. Health education is an effective promotive approach to encourage behavior change in the community. This study aims to determine the effect of health education on changes in clean and healthy living behavior. The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 60 respondents selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a PHBS questionnaire. Data were analyzed descriptively and comparatively. The results showed an increase in PHBS behavior after health education. It was concluded that health education has an effect on changes in clean and healthy living behavior.
Analisis Kebutuhan Asuhan Keperawatan Gerontik Di Komunitas Theofilya Amandya Kissya
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1370

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan salah satu fenomena demografi yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat meningkatkan kerentanan lansia terhadap berbagai masalah kesehatan dan penurunan kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelayanan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berkesinambungan di tingkat komunitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan asuhan keperawatan gerontik di komunitas berdasarkan berbagai sumber literatur. Artikel ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang membahas keperawatan gerontik, kesehatan lansia, keperawatan komunitas, penyakit kronis, kesehatan mental, kemandirian, dan kualitas hidup lansia. Literatur dianalisis secara deskriptif-naratif untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan lansia dan bentuk pelayanan keperawatan yang diperlukan di komunitas. Hasil telaah menunjukkan bahwa kebutuhan asuhan keperawatan gerontik di komunitas bersifat multidimensional, meliputi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan lingkungan. Lansia membutuhkan pengelolaan penyakit kronis, pemantauan status kesehatan, pencegahan risiko jatuh, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemeliharaan aktivitas fisik, peningkatan kesehatan mental, pencegahan isolasi sosial, serta dukungan terhadap kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Perawat memiliki peran penting dalam melakukan pengkajian komprehensif, edukasi kesehatan, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pemantauan kondisi kronis, koordinasi pelayanan, dan pemberdayaan keluarga serta masyarakat. Asuhan keperawatan gerontik di komunitas perlu diberikan secara komprehensif, berkesinambungan, berorientasi pada individu, dan berbasis keluarga serta masyarakat. Pendekatan tersebut diperlukan untuk mempertahankan kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung proses penuaan yang sehat pada lansia