Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perilaku merokok remaja adalah paparan iklan rokok melalui televisi, media sosial, internet, sponsor kegiatan, maupun media luar ruang. Iklan rokok umumnya menampilkan citra maskulinitas, kebebasan, petualangan, dan keberhasilan yang dapat memengaruhi persepsi serta mendorong remaja untuk mencoba merokok. Menganalisis pengaruh paparan iklan rokok terhadap perilaku merokok pada remaja. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 180 remaja berusia 15–19 tahun dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan iklan rokok dan perilaku merokok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Sebanyak 61,1% responden memiliki tingkat paparan iklan rokok yang tinggi, sedangkan 38,9% memiliki paparan rendah. Remaja yang memiliki perilaku merokok sebanyak 42,8%. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja (p = 0,001). Paparan iklan rokok berpengaruh terhadap perilaku merokok pada remaja. Semakin tinggi paparan iklan rokok, semakin besar kecenderungan remaja untuk mencoba dan mempertahankan kebiasaan merokok. Penguatan regulasi iklan rokok dan edukasi kesehatan perlu dilakukan untuk mencegah perilaku merokok pada remaja.
Copyrights © 2026