Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan tidak direncanakan, infeksi menular seksual (IMS), serta perilaku seksual berisiko. Salah satu metode pendidikan kesehatan yang dinilai efektif adalah metode diskusi kelompok karena memberikan kesempatan kepada remaja untuk bertukar pengalaman, menyampaikan pendapat, dan memperoleh informasi secara aktif. Menganalisis efektivitas metode diskusi kelompok dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku seksual sehat pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui empat sesi diskusi kelompok mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual sehat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku seksual sehat, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Rata-rata skor pemahaman remaja meningkat dari 61,42 ± 8,73 sebelum intervensi menjadi 82,75 ± 6,54 setelah intervensi. Rata-rata skor perilaku seksual sehat meningkat dari 64,18 ± 7,95 menjadi 80,63 ± 6,88. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian metode diskusi kelompok. Metode diskusi kelompok efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku seksual sehat pada remaja. Metode ini dapat dijadikan salah satu strategi pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah maupun di masyarakat.
Copyrights © 2026