Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Mental Health and Resilience in Women Victims of Domestic Violence Raissa Patrisia; Irma
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domestic violence against women has become an open secret. Some so many women experience violence that causes various losses both physical, psychological, and financial. The purpose of this study was to determine the impact of domestic violence on women's mental health and resilience. The method used in this study is qualitative. Based on the results of the study, it was found that all participants experienced physical, verbal, and sexual violence that affected their resilience. The participants took longer to recover from the trauma and pain of violence from their partners. Social support plays an important role in helping women victims of violence to recover and seek help. An interesting condition of the participants was their financial dependence on their husbands. This makes the husband feel more powerful and does not respect the wife. In addition, the low level of education causes them to lack understanding of the existence of laws that protect them from violence and difficulty seeking help on their own
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Selfcare terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga dalam Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju Raissa Patrisia; Nurhasanah Syaharuddin; A. Tendri Aulia Restyanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12410

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. ISPA akan menyerang host, apabila ketahanan tubuh (immunologi) menurun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode total sampling, perencanaan yang digunakan adalah One Grup pre Test dan Post Test Design. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis self care terhadap tingkat pengetahuan keluarga dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis self care terhadap tingkat pengetahuan keluarga dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja puskesmas rangas kabupaten mamuju provinsi sulawesi barat tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Self Care Terhadap Tingkat pengetahuan Keluarga Dalam Pencegahan ISPA Di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kab. Mamuju dapat disimpulkan bahwa ditemukan rata rata responden tidak pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit ISPA sehingga pengetahuan kurang sebelum diberikan pendidikan kesehatan. Ditemukan perubahan tingkat pengetahuan pada sebagian besar responden setelah dilakukan penyuluhan yaitu dengan tingkat pengetahuan baik, dan tidak ditemukan responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang. Dengan diberikan pendidikan kesehatan berbasis self care dalam penelitian ini bahwa terdapat peningkatan pengetahuan keluarga dalam pencegahan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kab. Mamuju.
Edukasi Psikologis Bagi Ibu Pasca Keguguran (Miskram) Untuk Mencegah Depresi Dan Trauma Kehamilan Dewi Parwati; Muh. Kardi Rais; Raissa Patrisia; Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1010

Abstract

Miscarriage is a traumatic experience that can have physical and psychological effects on mothers. Many mothers who have experienced miscarriage suffer from stress, depression, and even trauma that can affect their next pregnancy. This community service activity aims to provide psychological education to mothers who have experienced miscarriage in order to prevent depression and pregnancy trauma. The activity was carried out by lecturers and students of the Midwifery Study Program at Puskesmas X in August 2025. The activity methods included a pre-test, interactive psychological counseling, relaxation simulation, and a post-test. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 58.4% (pre-test) to 87.2% (post-test) and a decrease in anxiety levels based on the DASS-21 questionnaire. It can be concluded that psychological education is effective in increasing the knowledge and emotional readiness of mothers after miscarriage, thereby preventing depression and pregnancy trauma.
Peningkatan Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Program Konseling Dan Mindfulness Di Lingkungan Komunitas Raissa Patrisia; Nur Cahyani Ari Lestari; Zulhijriani Zulhijriani; Rezqiqah Aulia Rahmat; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1132

Abstract

ABSTRACT Mental health is an important component of overall health and affects an individual's quality of life. Various factors, such as social and economic pressures, and lifestyle changes, can impact a community's mental health. Lack of knowledge about how to manage stress and maintain mental health often leads to psychological disorders such as stress, anxiety, and emotional exhaustion. This community service program aims to raise public awareness of the importance of maintaining mental health through counseling and mindfulness training programs. Implementation methods included mental health education, group counseling sessions, mindfulness training, and evaluations of participants' knowledge levels and psychological well-being before and after the program. Results showed an increase in public knowledge about mental health and an improvement in participants' ability to manage stress. The counseling and mindfulness program has proven effective in raising public awareness of the importance of maintaining mental health in everyday life. Keywords: Mental Health, Counseling, Mindfulness, Community Service ABSTRAK Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan yang memengaruhi kualitas hidup individu. Berbagai faktor seperti tekanan sosial, ekonomi, serta perubahan gaya hidup dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental masyarakat. Kurangnya pengetahuan mengenai cara mengelola stres dan menjaga kesehatan mental seringkali menyebabkan masyarakat mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui program konseling dan latihan mindfulness. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mental, sesi konseling kelompok, latihan mindfulness, serta evaluasi tingkat pengetahuan dan kondisi psikologis peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mental serta peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola stres. Program konseling dan mindfulness terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Konseling, Mindfulness, Pengabdian Masyarakat
Model Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Kesetaraan Gender, Dan Perilaku Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Cakrawati R Cakrawati R; Raissa Patrisia; Natalia Debi Subani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1329

Abstract

ABSTRACT Gender-based violence is a public health issue affecting physical, psychological, social, and reproductive health outcomes. Prevention efforts require not only legal interventions but also improvements in reproductive health knowledge and understanding of gender equality.This study aimed to analyze the relationship between reproductive health knowledge, gender equality, and prevention behavior toward gender-based violence.This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 100 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires measuring reproductive health knowledge, gender equality attitudes, and gender-based violence prevention behaviors. Data were analyzed using Chi-Square tests and logistic regression analysis.The results showed that 68% of respondents had good reproductive health knowledge, 65% demonstrated positive gender equality attitudes, and 62% showed good prevention behaviors. There were significant relationships between reproductive health knowledge and prevention behavior (p=0.002), as well as between gender equality attitudes and prevention behavior (p=0.001).Reproductive health knowledge and gender equality awareness are associated with better prevention behaviors toward gender-based violence. Strengthening reproductive health education and gender equality programs is important for preventing gender-based violence. Keywords: Reproductive Health, Gender Equality, Gender-Based Violence, Prevention, Behavior ABSTRAK Kekerasan berbasis gender merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap fisik, psikologis, sosial, dan kesehatan reproduksi korban. Upaya pencegahan kekerasan berbasis gender tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan pemahaman mengenai kesetaraan gender dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap kesetaraan gender, dan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68% responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, 65% memiliki pemahaman kesetaraan gender yang positif, dan 62% memiliki perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender yang baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender (p=0,002) serta antara kesetaraan gender dengan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender (p=0,001). Pengetahuan kesehatan reproduksi dan pemahaman kesetaraan gender berhubungan dengan peningkatan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender. Pendidikan kesehatan reproduksi dan penguatan nilai kesetaraan gender perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan kekerasan. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Kesetaraan Gender, Kekerasan Berbasis Gender, Pencegahan, Perilaku
Efektivitas Metode Diskusi Kelompok Dalam Meningkatkan Pemahaman Dan Perilaku Seksual Sehat Remaja Raissa Patrisia; Djunaedi Djunaedi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1398

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan tidak direncanakan, infeksi menular seksual (IMS), serta perilaku seksual berisiko. Salah satu metode pendidikan kesehatan yang dinilai efektif adalah metode diskusi kelompok karena memberikan kesempatan kepada remaja untuk bertukar pengalaman, menyampaikan pendapat, dan memperoleh informasi secara aktif. Menganalisis efektivitas metode diskusi kelompok dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku seksual sehat pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui empat sesi diskusi kelompok mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual sehat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku seksual sehat, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Rata-rata skor pemahaman remaja meningkat dari 61,42 ± 8,73 sebelum intervensi menjadi 82,75 ± 6,54 setelah intervensi. Rata-rata skor perilaku seksual sehat meningkat dari 64,18 ± 7,95 menjadi 80,63 ± 6,88. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian metode diskusi kelompok. Metode diskusi kelompok efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku seksual sehat pada remaja. Metode ini dapat dijadikan salah satu strategi pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah maupun di masyarakat.