Pengembangan Mass Rapid Transit (MRT) Fase IV koridor Fatmawati–Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan bagian dari upaya penguatan sistem transportasi massal terintegrasi di wilayah selatan–timur Jakarta yang terus mengalami peningkatan mobilitas akibat pertumbuhan kawasan perkotaan dan aktivitas regional. Namun, perbedaan hasil proyeksi pada berbagai studi terdahulu menunjukkan adanya ketidakpastian dalam peramalan permintaan transportasi, terutama terkait asumsi pertumbuhan pergerakan, integrasi jaringan, dan proses kalibrasi model. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proyeksi permintaan transportasi pada koridor MRT Fatmawati–TMII melalui analisis komparatif beberapa studi pemodelan transportasi. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dan komparatif dengan memanfaatkan data survei primer, basis data transportasi sekunder, serta telaah hasil studi sebelumnya. Analisis difokuskan pada indikator jumlah penumpang harian (daily ridership) dan Peak Passenger per Hour per Direction (PPHPD) untuk menilai kebutuhan kapasitas sistem dan konsistensi proyeksi permintaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi estimasi yang signifikan antar-skenario. Model konsorsium memperkirakan jumlah penumpang sebesar 97.340 penumpang per hari pada tahun 2030 dan 158.350 penumpang per hari pada tahun 2050, sedangkan hasil analisis konsultan menunjukkan nilai yang lebih tinggi, yaitu 190.075 dan 264.278 penumpang per hari. Studi RIPP DKI Jakarta merepresentasikan skenario paling optimistis dengan nilai PPHPD mencapai 24.000 penumpang per jam per arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan MRT memerlukan pendekatan evaluasi multi-skenario untuk meningkatkan keandalan proyeksi permintaan.
Copyrights © 2025