Upaya dalam memperkuat kapasitas Masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir dan kekeringan dibentuk program pengelolaan lingkungan berbasis Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bentuk partisipasi Masyarakat, faktor keterlibatan Masyarakat, kontribusi program DESTANA terhadap pengelolaan di Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala desa, ketua DESTANA, serta Masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Masyarakat terlihat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui pengelolaan permanen air hujan, penerapan irigasi tetes, penggunaan rocket stove, dan pengoperasian Early Warning System banjir. Faktor pendorong meliputi pengalaman menghadapi bencana, budaya gotong royong, dukungan pemerintah, dan kepemimpinan desa. Hambatan utama berasal dari keterbatasan pendanaan, jumlah relawan, kapasitas sumber daya manusia, serta sistem monitoring yang belum berjalan secara optimal. Program DESTANA berkontribusi terhadap peningkatan kesiagaan, perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan, dan penguatan kelembagaan desa. Kesimpulan dari penelitian ini Program DESTANA di Desa Karangwuni meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko bencana serta memperkuat ketangguhan desa melalui pengembangan kapasitas Masyarakat.
Copyrights © 2026