isu pengurangan emisi dan produksi berkelanjutan menjadi fokus utama dalam upaya global menghadapi perubahan iklim. Namun, partisipasi perempuan dalam bidang ini masih tergolong terbatas. Padahal, perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong praktik ramah lingkungan melalui peran mereka di sektor rumah tangga, komunitas, dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang membatasi keterlibatan perempuan dalam upaya pengurangan emisi dan produksi berkelanjutan, serta menelaah potensi peran strategis mereka dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah dan kebijakan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama bagi perempuan meliputi keterbatasan akses terhadap pendidikan lingkungan, sumber daya 9ekonomi, dan pengambilan keputusan. Selain itu, norma sosial dan budaya yang masih patriarkis turut mempersempit ruang partisipasi perempuan dalam bidang lingkungan dan energi. Dengan meningkatkan literasi lingkungan, memperluas akses terhadap teknologi hijau, serta melibatkan perempuan dalam perumusan kebijakan, diharapkan peran perempuan dapat lebih dioptimalkan dalam menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan dan rendah emisi.
Copyrights © 2025