Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk melindungi tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan kerja dari berbagai risiko kecelakaan kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah melalui edukasi penggunaan Unsafe Condition Card (UCC) serta pelaporan insiden, accident, dan near miss. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pegawai terhadap pentingnya identifikasi kondisi tidak aman dan pelaporan kejadian keselamatan kerja di Puskesmas Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah kegiatan edukasi dengan desain one group pre-test dan post-test terhadap 21 pegawai Puskesmas Purwodadi. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data selisih tidak berdistribusi normal (p=0,019), sehingga analisis perbedaan dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 59,52 ± 14,65 pada pre-test menjadi 83,33 ± 10,65 pada post-test dengan rata-rata peningkatan sebesar 23,81 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Selain itu, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 23,81% menjadi 90,48% setelah edukasi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi penggunaan Unsafe Condition Card dan pelaporan insiden, accident, serta near miss efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pegawai terhadap penerapan SMK3 di Puskesmas Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
Copyrights © 2026