Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terintegrasi kearifan lokal Sasak terhadap kemampuan penalaran matematis dan self-efficacy peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen menggunakan desain non equivalent pretest-posttest control group design yang melibatkan 51 peserta didik (kelas eksperimen n=25, kelas kontrol n=26) kelas VIII di Indonesia. Jenis analisis statistik nonparametrik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Uji Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis menunjukkan effect size (r) untuk kemampuan penalaran matematis sebesar 0,81 (kategori besar) dan untuk self-efficacy sebesar 0,52 (kategori sedang), mengindikasikan signifikansi praktis yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model discovery learning terintegrasi kearifan lokal Sasak terhadap kemampuan penalaran matematis dan self-efficacy peserta didik. Hasil ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi Mann-Whitney U Test pada kemampuan penalaran matematis sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai signifikansi Mann-Whitney U Test pada self-efficacy sebesar 0,000 < 0,05. Peserta didik dengan self-efficacy tinggi dan sedang cenderung memiliki kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dibandingkan peserta didik dengan self-efficacy rendah. Dengan demikian, model discovery learning terintegrasi kearifan lokal Sasak dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika yang mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan keyakinan diri peserta didik.
Copyrights © 2026