Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kemampuan Spasial Siswa dalam Pembelajaran Matematika melalui Kendi Maling Banyumulek As’ari, Wiyana; Kusaeri, Al
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7427

Abstract

Kemampuan spasial merupakan kemampuan berpikir siswa melalui transformasi gambar mental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam pembelajaran matematika pada kelas X-A di MAN 1 Lombok Barat melalui kendi maling Banyumulek. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan subjek sebanyak 6 orang siswa yang ditentukan dengan  purposive sampling  yaitu berdasarkan kategori tingkat kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Siswa dengan kategori tingkat kemampuan matematika tinggi mampu memenuhi tiga indikator kemampuan spasial dengan benar yaitu menentukan penampilan objek dari perspektif yang berbeda, menentukan hubungan antara bagian yang satu dengan yang lainnnya pada objek dan merotasikan posisi suatu objek. 2) Siswa dengan kategori tingkat kemampuan matematika sedang mampu memenuhi dua indikator kemampuan spasial dengan benar ketika menentukan hubungan antara bagian yang satu dengan yang lainnnya pada objek dan merotasikan posisi suatu objek. 3) Siswa dengan kategori tingkat kemampuan matematika rendah  mampu memenuhi satu indikator kemampuan spasial dengan benar pada indikator menentukan penampilan objek dari persfektif yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kendala lebih banyak ditemukan pada aspek spatial visualization maka guru perlu memberikan pendekatan komprehensif melalui objek budaya lainnya untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep spasial.
Analisis Konsep Matematika Pada Kitab Tajul Muluk Sulastini, Aan; Kusaeri, Al
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i2.2296

Abstract

Kitab Tajul Muluk merupakan salah satu warisan budaya yang digunakan masyarakat Jerowaru dalam menentukan hari baik pernikahan dan melihat kecocokan pasangan sebelum melangsungkan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan konsep matematika yang digunakan dalam perhitungan menentukan hari baik pernikahan masyarakat Jerowaru yang bersumber dari Kitab Tajul Muluk. Penelitian ini dilakukan di Desa Jeowaru Kabupaten Lombok Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara terhadap sesepuh desa dan studi literatur. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebgian besar masyarakat di Desa Jerowaru masih mempercayai tradisi perhitungan untuk menentukan hari baik atau buruk dalam pernikahan yang bersumber dari Kitab Tajul Muluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menentukan hari baik pernikahan digunakan sistem modulo pola bilangan, operasi penjumlahan, pengurangan dan pembagian.
Pendampingan Sertifikasi Halal Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Lombok Efendi, Muhamad Zaki; Kusaeri, Al
Participative Journal: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Participative Journal
Publisher : State Islamic University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55099/participative.v4i1.130

Abstract

This volunteer project aims to educate business owners in Kembang Kerang Daya Village about the value of halal certification and provide support to micro, small, and medium-sized enterprises so that they can more easily issue halal certificates to their customers. The creation of halal labels is meant to boost the competitiveness of goods made by SMEs by allowing them to advertise themselves to a wider audience. Community-based participatory action research, including the description of available resources to potential collaborators, is the strategy used to put into action community service initiatives. In this activity, the resource person played a crucial role in explaining materials regarding halal labeling and how to expand marketing with the existence of a halal label on micro, small, and micro enterprise products during a meeting or face-to-face meeting between the resource person and partners in Kembang Kerang Daya Village. medium. Business Identification Numbers and Halal Certificates for Micro, Small, and Medium-Sized Business Products were the fruits of the community service activities that were put into action. Having a product certified as Halal may boost consumer trust, expand your customer base, and make your company more competitive.
Analisis Kemampuan Spasial Siswa dalam Pembelajaran Matematika melalui Kendi Maling Banyumulek As’ari, Wiyana; Kusaeri, Al
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7427

Abstract

Kemampuan spasial merupakan kemampuan berpikir siswa melalui transformasi gambar mental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam pembelajaran matematika pada kelas X-A di MAN 1 Lombok Barat melalui kendi maling Banyumulek. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan subjek sebanyak 6 orang siswa yang ditentukan dengan  purposive sampling  yaitu berdasarkan kategori tingkat kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Siswa dengan kategori tingkat kemampuan matematika tinggi mampu memenuhi tiga indikator kemampuan spasial dengan benar yaitu menentukan penampilan objek dari perspektif yang berbeda, menentukan hubungan antara bagian yang satu dengan yang lainnnya pada objek dan merotasikan posisi suatu objek. 2) Siswa dengan kategori tingkat kemampuan matematika sedang mampu memenuhi dua indikator kemampuan spasial dengan benar ketika menentukan hubungan antara bagian yang satu dengan yang lainnnya pada objek dan merotasikan posisi suatu objek. 3) Siswa dengan kategori tingkat kemampuan matematika rendah  mampu memenuhi satu indikator kemampuan spasial dengan benar pada indikator menentukan penampilan objek dari persfektif yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kendala lebih banyak ditemukan pada aspek spatial visualization maka guru perlu memberikan pendekatan komprehensif melalui objek budaya lainnya untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep spasial.
Scientific Horizon: Basis for Developing Basic Mathematics Teaching Materials Kusaeri, Al; Pardi, Habib Husnial; Evendi, Erpin
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 12, No 4: October 2024
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v12i4.13380

Abstract

This study explores the development and validation of mathematics teaching materials that integrate Islamic values to foster both cognitive and ethical growth in students. Utilizing the scientific horizon model, these materials were designed to connect mathematical concepts with Islamic teachings, making learning relevant to students’ cultural and spiritual backgrounds. The development followed the Plomp model, with five stages: initial investigation, design, development, evaluation, and dissemination. Expert validation rated the materials as "valid" (average score of 4.09), affirming their educational rigor and cultural appropriateness. Field trials with 50 first-semester students from the Mathematics Education Study Program at the State Islamic University of Mataram showed high student engagement, with over 90% expressing positive responses. Students reported that the contextualized lessons—such as using modular arithmetic to calculate prayer cycles and exploring infinity through Qur’anic reflections—enhanced their understanding and engagement. This study demonstrates that integrating Islamic values into mathematics not only aids in comprehension but also promotes ethical reflection, supporting the holistic educational mission of Islamic institutions. Recommendations for future research include broader implementation across educational contexts and expansion into other STEM subjects.
Bepikir Fungsional Calon Guru MAtematika dalam Menyelesaikan Soal Pola Bilangan Non-Linier Azizi, Musratul; Kusaeri, Al; Syawahid, M.
Jurnal al Muta'aliyah: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2025): Jurnal AL-Muta`aliyah
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/mutaaliyah.v5i1.895

Abstract

This article aims to understand the functional thinking of prospective mathematics teachers in solving non-linear number pattern problems. The functional thinking process consists of the entry, attack, and review stages in solving mathematical problems. The method used in this study is a qualitative approach with a case study type, and data collection is carried out using task-based interview techniques. This study involved 18 participants from students of the Mathematics Education study program at the State Islamic University of Mataram, from 18 participants 2 participants were selected as subjects because they had the correct answers. The results of this study indicate that both prospective mathematics teachers use different representations to express their ideas and functional thinking in solving non-linear number pattern problems. They start the generalization process with the relating action, where they connect the number of towers with the number of known matchsticks. The contribution of this study provides new insights into how prospective mathematics teachers think functionally which can be the basis for developing learning strategies, more effective learning processes and preparing prospective teachers as professionals.
Eksplorasi Konsep Bilangan Dalam Al-Qur’an Sebagai Konteks Dalam Pembelajaran Matematika Rina, Nisrina Apriani; Kusaeri, Al; Negara, Habibi Ratu Perwira
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3009

Abstract

Pembelajaran matematika di lingkungan pendidikan Islam sering mengalami kesenjangan epistemologis dengan nilai-nilai keislaman, sehingga menimbulkan krisis relevansi bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep bilangan, menganalisis nilai-nilai matematis yang terkandung, serta merumuskan relevansinya dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis nilai-nilai Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi terhadap teks Al-Qur’an, penelitian ini menganalisis 149 ayat dari 59 surah yang secara eksplisit menyebutkan bilangan. Data dianalisis secara tematik berdasarkan jenis bilangan, konteks ayat, dan nilai pendidikan karakter, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dengan tafsir dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan dalam Al-Qur’an tidak hanya menyampaikan makna kuantitatif, tetapi juga merefleksikan prinsip keteraturan, keadilan, kesabaran, dan rasa syukur. Temuan ini mengungkap potensi ayat-ayat bilangan sebagai konteks pembelajaran matematika, misalnya operasi perkalian dari QS. Al-Baqarah:261 dan pecahan dari QS. An-Nisa’:11–12, yang dapat diintegrasikan melalui model Realistic Mathematics Education (RME) untuk menghubungkan konsep matematis dengan nilai spiritual. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena belum diuji secara empiris di kelas, sehingga diperlukan studi lanjutan untuk mengukur efektivitas penerapannya. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan modul ajar, soal kontekstual, dan pelatihan guru untuk pembelajaran matematika berbasis Al-Qur’an di madrasah dan sekolah Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada klasifikasi sistematis ayat-ayat bilangan, elaborasi nilai matematis dan karakter, serta aplikasinya dalam strategi pembelajaran, yang berfungsi sebagai jembatan antara sains dan spiritualitas dalam pendidikan matematika.
Ethnomathematical insights from the tide-forecasting calendar of an Indonesian coastal community into mathematics classroom Kusaeri, Al; Putrawangsa, Susilahudin; Prahmana, Rully Charitas Indra; Pardi, Muhamamad Habib Husnial; Idrus, Sayid Wahyu Alwi Sidik Al
Journal on Mathematics Education Vol. 16 No. 2 (2025): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v16i2.pp581-602

Abstract

The integration of culturally embedded knowledge systems into mathematics education has gained scholarly interest in recent years; however, empirical research remains limited, particularly in the context of Indonesian coastal communities where traditional ecological knowledge is closely tied to astronomical and environmental cycles. Despite the growing prominence of ethnomathematics, there is a noticeable paucity of studies that systematically investigate the mathematical reasoning inherent in indigenous calendrical systems used for livelihood practices. Addressing this gap, the present study explores the ethnomathematical knowledge embedded in the calendrical practices of the Lungkak community in East Lombok, Indonesia. This system uniquely integrates local interpretations of the Pupuru (the Pleiades star cluster), lunar phases, the Hijri calendar, and the Gregorian calendar to predict seasonal transitions and tidal patterns crucial to artisanal fishing. Employing an ethnographic research design, data were gathered through purposive sampling, in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed using interactive ethnographic techniques. The findings uncover sophisticated mathematical reasoning within the community’s calendrical system, including trigonometric concepts (angular relationships among celestial bodies), arithmetic and numerical sequences (predictive visibility patterns), modular arithmetic (cyclical astronomical forecasting), and set theory (classification of tidal phenomena). These insights reveal how formal mathematical concepts are embedded within cultural practices, demonstrating the community’s implicit engagement with abstract reasoning. This study contributes to the development of culturally responsive mathematics education by emphasizing the pedagogical value of integrating ethnomathematical content into classroom instruction. Such integration holds potential to enrich students’ mathematical literacy, foster contextual understanding, and support meaningful engagement with mathematical concepts through culturally relevant learning experiences.
Enhancing Mathematical Representation Skills through the Traditional Game Ceprek Lombok Ananda, Sustia; Pardi, M. Habib Husnial; Kusaeri, Al
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3854

Abstract

Mathematical representation skills play a crucial role in learning mathematics, particularly in connecting mathematical concepts into symbols and diagrams, especially in the context of plane geometry. This study investigates the improvement of students’ mathematical representation skills through the use of the traditional game Ceprak Lombok. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed. The population consisted of all seventh-grade students (N = 158), with a sample of 35 students from class VII B. Data were collected using pretest and posttest instruments to measure students’ mathematical representation skills, supported by observation sheets to monitor the intervention process. Data analysis was performed using SPSS, including normality and homogeneity tests as prerequisites, followed by hypothesis testing. The results showed that the data were normally distributed (p > 0.05) and homogeneous (p > 0.05). Hypothesis testing further revealed a significant improvement in students’ learning outcomes after the treatment (p < 0.05). These findings suggest that the Ceprak Lombok traditional game is effective in enhancing mathematical representation skills and provide practical implications for teachers to utilize traditional games as engaging and effective strategies for developing students’ mathematical competencies.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dan Berpikir Logis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematis Berbasis Etnomatematika Kain Tenun Tembe Nggoli Bima Wahyuni, Sry; Kusaeri, Al
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1464

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan berpikir logis merupakan kemampuan yang diperlukan di abad 21 dimana arus informasi sangat dinamis. Informasi dapat diperoleh dari manapun dan kapanpun dari berbagai sumber yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan berpikir logis siswa dalam memecahkan matematis berbasis etnomatematika kain tenun tembe nggoli Bima. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 3 subjek yaitu tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian ini sebanyak 3 soal yang telah memenuhi kriteria validasi dan reabilitas. Selain itu, pedoman wawancara digunakan untuk menguatkan hasil penelitian. Temuan yang diperoleh adalah siswa yang mempunyai kemampuan tinggi memenuhi 4 indikator KBK dan 3 indikator KBL, kemampuan sedang memenuhi 3 indikator KBK dan 2 indikator KBL dan kemampuan rendah memenuhi 2 indikator KBK dan 1 indikator KBL.