Pembentukan karakter tanggung jawab menjadi salah satu fokus utama pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Namun demikian, masih ditemukan santri yang menunjukkan perilaku kurang disiplin, kurang mandiri, serta belum memiliki kesadaran penuh dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi layanan bimbingan yang mampu menanamkan nilai-nilai karakter secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan nilai kepemimpinan Gajah Mada melalui layanan bimbingan klasikal terhadap pembentukan karakter tanggung jawab santri di Pondok Pesantren Al-Qur'an Ibnu Katsir 4 Mojokerto. Penelitian melibatkan 22 santri tingkat SMP yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Nilai-nilai kepemimpinan Gajah Mada yang diintegrasikan meliputi tanggung jawab, integritas, disiplin, keberanian, dan pengabdian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket karakter tanggung jawab yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Perlakuan diberikan dalam tiga kali layanan bimbingan klasikal yang berlandaskan nilai tanggung jawab, integritas, disiplin, keberanian, dan pengabdian berdasarkan kepemimpinan Gajah Mada. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata karakter tanggung jawab dari 82,2273 pada pretest menjadi 160,1364 pada posttest. Hasil uji hipotesis (Paired Sample t-Test) memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai kepemimpinan tokoh sejarah ke dalam layanan bimbingan klasikal dapat menjadi alternatif strategi layanan BK berbasis kearifan lokal dalam mengembangkan karakter peserta didik, khususnya bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan layanan yang kontekstual dan bermakna di lingkungan pondok pesantren.
Copyrights © 2026