Penelitian ini menganalisis pengaruh tiga kondisi parameter Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pipa Stainless Steel 304. Pengelasan posisi 1G menggunakan arus 55 A, 60 A, dan 65 A, kecepatan 6 cm/menit, filler ER308, serta gas pelindung argon. Berdasarkan setting tegangan mesin 90 V, ketiga kondisi diberi kode heat input nominal 49,5 kJ/cm, 54,0 kJ/cm, dan 58,5 kJ/cm; nilai tersebut belum merepresentasikan heat input bersih karena tegangan busur aktual dan efisiensi termal tidak direkam. Pengujian meliputi kekerasan Vickers pada weld metal (WM), heat-affected zone (HAZ), dan base metal (BM), uji tarik tiga replikasi per kondisi, serta metalografi 200×. Kekerasan HAZ menurun dari 165,3 HV menjadi 162,6 HV dan 158,3 HV seiring peningkatan kondisi arus. Rerata kekuatan tarik berturut-turut sebesar 634 MPa, 592 MPa, dan 596 MPa, sedangkan regangan menurun dari 40,0% menjadi 36,3% dan 34,6%. Citra mikro memperlihatkan perbedaan morfologi solidifikasi pada WM dan kecenderungan pengasaran fitur mikro pada HAZ, sementara BM relatif stabil. Kondisi 55 A memberikan kombinasi kekuatan tarik, regangan, dan kekerasan HAZ terbaik di antara kondisi yang diuji, tetapi penetapan heat input optimum memerlukan pengukuran tegangan busur aktual.
Copyrights © 2026