Panelitian ini bertujuan menerapkan ukiran khas Lampung dan teknik bending sambungan tenon mortise pada lemari hias. Penelitian dilakukan menggunakan metode research and development. Proses pembuatan lemari hias yaitu pembahanan, laminasi, pembuatan kerangka lengkung, konstruksi, pengamplasan, perakitan, finishing, pemasangan hardware dan kaca. Pembentukan ukiran dilakukan dengan penempelan gambar pola pada kayu. Proses ukir tidak tembus dilakukan menggunakan mesin trimmer, dan ukiran tembus dibentuk menggunakan jigsaw. Pembentukan kerangka lengkung dibuat menggunakan mesin bandsaw dan spindle. Kerangka dibuat dari 2 kayu dengan sambungan tenon panjang 25 mm, lebar 30 mm dan tebal 15 mm. Dinding samping body adalah susunan kayu dengan lebar 5 cm dan sisi tebal dibuat dengan konstruksi alur sedalam 6 mm dan lebar 10mm. Hasil penelitian menunjukkan lemari hias memenuhi syarat SNI 8411:2017 yaitu dengan pengujian konstruksi, keamanan pada permukaan, kekuatan rak dan pintu. Sambungan rangka bending menempel sempurna, rak mampu menyangga beban dengan defleksi kurang dari 0,5%, pintu kuat menahan beban vertikal dan horisontal, serta permukaan kayu halus sehingga aman untuk pengguna.
Copyrights © 2026