ABSTRAK. Politeknik Gorontalo hanya memiliki satu alamat IP publik sehingga seluruh layanan server sebelumnya diakses melalui port forwarding yang tidak efisien dan rentan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan dan analisis performa Nginx Proxy Manager (NPM) sebagai solusi reverse proxy guna mengoptimalkan keterbatasan IP publik tersebut menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Server Ubuntu 22.04 LTS ditambahkan sebagai perantara yang terhubung langsung ke router inti kampus, dengan NPM di-deploy menggunakan Docker. Pengujian performa dilakukan menggunakan Apache JMeter dengan tiga skenario beban 300, 500, dan 1000 pengguna bersamaan, mengukur rata-rata waktu respons, throughput, dan error rate. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata waktu respons yang sangat signifikan sebesar 79,2%, yakni dari 1.562,3 ms menjadi 325,3 ms, error rate turun dari rata-rata 1,53% menjadi 0,03%, dengan throughput yang stabil di kisaran 11,2-12,7 req/s. NPM berhasil mengaktifkan perutean berbasis subdomain untuk semua layanan melalui satu IP publik, secara efektif mencegah kelebihan beban pada server backend, dan meningkatkan performa jaringan kampus Politeknik Gorontalo.
Copyrights © 2026