Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi ISO dan waktu pemotretan terhadap kualitas citra pada kamera DSLR dalam kondisi cahaya alami. Pengambilan gambar dilakukan pada objek tanaman di lingkungan terbuka menggunakan kamera DSLR dengan lensa kit, dengan variasi ISO 100, 400, 1600, dan 3200 pada aperture tetap f/3.5. Sebanyak 12 foto diambil dalam tiga sesi pemotretan (09.55–11.55 WITA) menggunakan mode semi-otomatis (Aperture Priority) sehingga shutter speed disesuaikan otomatis oleh kamera. Data shutter speed dicatat dari metadata EXIF dan dianalisis bersama empat kriteria evaluasi: tingkat noise, highlight clipping, dynamic range, dan ketajaman detail. Hasil menunjukkan bahwa ISO 100 secara konsisten menghasilkan gambar terbaik—bersih dari noise, detail tekstur tajam, dan dynamic range optimal—pada semua waktu pemotretan. Sebaliknya, ISO 400–3200 pada siang hari menyebabkan over exposure progresif hingga total whiteout. Pada kondisi penelitian ini, ISO 100 dengan aperture f/3.5 menghasilkan kualitas citra terbaik. Hasil evaluasi menggunakan skala kualitas empat tingkat (Optimal, Acceptable, Buruk, Unusable) menunjukkan bahwa hanya kombinasi ISO 100 pada rentang waktu 09.55–10.36 WITA yang memenuhi kategori Optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan ISO yang sesuai intensitas cahaya lingkungan, dengan catatan bahwa temuan ini terbatas pada kondisi siang hari tropis cerah dan tidak dapat digeneralisasikan ke kondisi pencahayaan lain.
Copyrights © 2026