ABSTRACT Menstrual cycle disorders among adolescent girls represent a significant reproductive health concern. A preliminary study at SMP Negeri 1 Grogol found that 35.6% of female students experienced prolonged menstrual cycles and 17.8% were unaware of their own cycle patterns. This study aimed to examine the effect of the Cycle Core website as a digital education medium on improving menstrual knowledge among adolescent girls. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed, with 60 eighth-grade students selected through proportionate random sampling from a population of 150 students at SMP Negeri 1 Grogol. Data were collected using a validated 20-item true-false questionnaire administered before and after a 40-minute Cycle Core website intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Prior to intervention, most respondents showed moderate (46.7%) and poor (28.3%) knowledge. Following intervention, 98.3% achieved good knowledge with none remaining in the poor category. Statistical analysis yielded Z = - 6.075 with p-value 0.000 (p<0.05), confirming a significant effect of the Cycle Core website on menstrual knowledge improvement. Website-based digital education is proven effective as a reproductive health promotion intervention for adolescent girls in school settings. ABSTRAK Gangguan siklus menstruasi pada remaja putri merupakan permasalahan kesehatan reproduksi yang signifikan. Studi pendahuluan di SMPN 1 Grogol menunjukkan 35,6% siswi mengalami siklus menstruasi panjang dan 17,8% tidak mengetahui kondisi siklusnya sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Website Cycle Core sebagai media edukasi digital terhadap peningkatan pengetahuan menstruasi remaja putri. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one-group pretest-posttest dengan 60 siswi kelas VIII yang dipilih melalui proportionate random sampling dari populasi 150 siswi di SMPN 1 Grogol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner 20 butir pernyataan benar-salah yang telah divalidasi, diberikan sebelum dan sesudah intervensi akses Website Cycle Core selama 40 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (46,7%) dan kurang (28,3%). Setelah intervensi, 98,3% responden mencapai kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden berkategori kurang. Uji statistik menghasilkan Z = -6,075 dengan p-value 0,000 (p<0,05), membuktikan adanya pengaruh signifikan penggunaan Website Cycle Core terhadap peningkatan pengetahuan menstruasi remaja putri. Media edukasi digital berbasis website terbukti efektif sebagai intervensi promotif kesehatan reproduksi di tingkat sekolah.
Copyrights © 2026