Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memerlukan sistem energi listrik yang andal, berkelanjutan, dan rendah emisi. Penelitian ini menganalisis kinerja teknis, ekonomi, dan lingkungan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ongrid terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS) menggunakan perangkat lunak PVsyst. Simulasi dilakukan pada lima skenario, yaitu undersizing 40 MWp, baseline 50 MWp, oversizing 60 MWp, grid limitation 60 MWp, serta grid limitation 60 MWp dengan BESS 50 MWh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi oversizing menghasilkan performa terbaik dengan produksi energi tahunan sebesar 87,88 GWh/tahun dan performance ratio sebesar 86,01%. Dari aspek ekonomi, skenario ini menghasilkan nilai CoE terendah sebesar Rp570,85/kWh, NPV tertinggi sebesar Rp706,83 miliar, IRR sebesar 19,08%, dan payback period selama 6,4 tahun. Integrasi BESS mampu meningkatkan pemanfaatan energi dan menurunkan total losses dari 15,9% menjadi 14,4%. Selain itu, sistem PLTS terintegrasi BESS mampu mereduksi emisi karbon hingga 64.501 tonCO₂/tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLTS on-grid terintegrasi BESS berpotensi mendukung transisi energi bersih dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia. Kata Kunci— Battery Energy Storage System (BESS), Ibu Kota Nusantara (IKN), PLTS on-grid, PVsyst, energi terbarukan
Copyrights © 2026