Sistem proteksi arus lebih pada pembangkit listrik berperan penting dalam menjaga keandalan dan kontinuitas operasi sistem tenaga listrik. Ketidaksesuaian setting relai terhadap perubahan konfigurasi jaringan, pola beban, dan kondisi operasi dapat menyebabkan koordinasi relai menjadi tidak selektif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekoordinasi relai proteksi arus lebih pada sistem kelistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik guna meningkatkan selektivitas, kecepatan, dan keandalan sistem proteksi. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan single line diagram sistem kelistrikan PLTGU Gresik menggunakan perangkat lunak ETAP, simulasi aliran daya, analisis gangguan hubung singkat, evaluasi setting relai eksisting, serta penyesuaian nilai pickup current dan time multiplier setting (TMS). Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi relai eksisting belum selektif, ditunjukkan oleh margin waktu kerja OCR-EXP-1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,21 detik, OCR-AUX-1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,18 detik, serta OCR-GT1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,28 detik, yang seluruhnya berada di bawah batas minimum 0,4 detik. Setelah dilakukan re-koordinasi, margin waktu meningkat menjadi 0,42 detik, 0,44 detik, dan 0,45 detik pada masing-masing pasangan relai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekoordinasi relai proteksi arus lebih mampu memperbaiki selektivitas kerja relai, mengurangi risiko pemutusan berlebih, serta meningkatkan keandalan sistem proteksi pada jaringan distribusi internal PLTGU Gresik.Kata Kunci—ETAP, koordinasi proteksi, OCR, PLTGU Gresik, re-koordinasi relai, relai arus lebih
Copyrights © 2026