Penggunaan gadget pada anak usia dini yang semakin meningkat berpotensi memengaruhi perkembangan executive function, terutama pada aspek working memory, inhibitory control, dan cognitive flexibility. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pembatasan penggunaan gadget terhadap executive function anak usia 5–6 tahun di PAUD Al-Ansor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental melalui pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 17 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mengukur tiga aspek executive function, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan executive function anak meningkat dari 49% pada saat pretest dengan kategori Mulai Berkembang (MB) menjadi 85% pada saat posttest dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga terjadi peningkatan sebesar 36%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa program pembatasan penggunaan gadget berpengaruh positif dan signifikan terhadap executive function anak usia 5–6 tahun. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam mengingat dan melaksanakan instruksi, mengendalikan perilaku dan emosi, serta menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi dan aturan. Dengan demikian, program pembatasan penggunaan gadget yang diimbangi dengan aktivitas bermain aktif, membaca buku cerita, interaksi sosial, dan pemecahan masalah dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan executive function pada anak usia dini
Copyrights © 2026